Teknologi 4G

4G is The Living, Breathing Network

4G LTE mengalahkan banyak keterbatasan 3G dan menambahkan berbagai macam kemampuan. Misalnya, mereka lebih siap untuk menghadapi kemacetan yang tak terduga yang disebabkan oleh peristiwa dunia secara acak, seperti kemacetan lalu lintas. Ketika ribuan orang tiba-tiba terjebak di jalan raya, mereka mulai menggunakan ponsel mereka, yang menyebabkan lonjakan besar dalam permintaan untuk layanan data di daerah itu.

Dalam situasi ini, sistem 3G menolak dan tersandung. Sedangkan, Sistem 4G akan melakukan “self-organizing and self-configuring” yang dapat menyesuaikan diri dengan cepat dan memberikan layanan yang lebih cepat bagi banyak orang. Demikian pula, listrik padam dan kegagalan peralatan sering melumpuhkan sistem 3G. Namun berkat sensor dan perangkat lunak canggih, sistem 4G memiliki kemampuan “self-healing” yang memungkinkan mereka untuk memilih rute lalu lintas melalui menara lain sampai perbaikan dilakukan.

Bagian yang paling mengejutkan pada jaringan 4G adalah mereka dapat melakukan pekerjaannya seperti tanpa campur tangan manusia. Dalam arti, seperti yang di katakan WojtekFelendzer, technical solutions marketing manager di Nokia Siemens Networks, sistem 4G adalah sistem terbesar yang telah berhasil membentang dari pantai ke pantai di seluruh dunia. Dan untuk pertama kalinya, mereka mempunyai kemampuan untuk memperbaiki diri. Terlepas dari semua ini, 4G benar-benar bukan teknologi baru yang radikal. Bahkan, Felender mengatakan bahwa “Orang-orang di industri ini kadang mengatakan bahwa tidak ada hal baru yang diciptakan dalam 100 tahun terakhir”. Ini hanya cara baru untuk menggabungkan pengetahuan yang telah didirikan dengan peralatan pengolahan yang lebih kuat, contohnya: smartphone Anda sebagai salah satu buktinya. Banyak ponsel sekarang memiliki prosesor dual-core, yang setara dengan kekuatan komputasi di komputer- komputer di beberapa tahun kebelakang.

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...