Gambar 1- Konstruksi Mesin 4 tak (www.howstuffworks.com)

Prinsip Kerja Mesin 4 tak

Gambar 1- Konstruksi Mesin 4 tak (www.howstuffworks.com)
Gambar 1- Konstruksi Mesin 4 tak (www.howstuffworks.com)

Mesin 4 tak biasa juga disebut  dengan mesin 4 langkah. Pada saat ini, mesin yang digunakan pada mobil ataupun motor dalam kehidupan sehari-hari hampir semuanya menggunakan Continue reading →

Source: https://www.eltec.de

Cara Kerja Industry 4.0

Source: https://www.eltec.de
Source: https://www.eltec.de

Dalam era digital ini, kita berada pada kehidupan teknis yang sangat mudah dan sederhana dalam melakukan aktifitas Bayangkan saja bahwa kita bisa membeli makanan tanpa harus keluar rumah  dengan go food, membeli barang tanpa harus ke toko ataupun pasar dengan bukalapak, membeli tiket pesawat tanpa harus ke agen pesawat ataupun bandara dengan traveloka. Bayangkan betapa mudah efisiennya kehidupan kita sekarang tanpa harus mengeluarkan biaya dan waktu untuk berkomunikasi langsung dengan pihak penjual. Tahukah Anda teknologi apa yang mendasarsi e-commerce (Gojek, bukalapak, traveloka) ? Industry 4.0.

Continue reading →

Gambar 4: Lexus Hoverboard Melayang di atas Permukaan (www.bloomberg.com)

Prinsip Kerja Lexus Hoverboard – Skateboard Layang Termutakhir

Teknologi transportasi terbang perseorangan akhir-akhir ini semakin dikembangkan. Banyak model-model yang terinspirasi oleh film fiksi ilmiah seperti Iron Man, James Bond, hingga Startrek. Film-film fiksi ilmiah seringkali menghadirkan teknologi yang sebenarnya diciptakan oleh fantasi sang sutradara dan tidak ada di dunia nyata. Bahkan seringkali teknologi tersebut terlihat tidak masuk akal pada masa sekarang. Namun hal itulah yang justru mendorong dan meng-ilhami para ilmuwan dan insinyur untuk mewujudkan teknologi dalam film tersebut. Salah satu alat yang baru-baru ini dikembangkan adalah Hoverboard. Alat ini terinspirasi dari film Back to The Future II dan III di tahun 1989, dimana para tokoh menggunakan semacam papan skateboard, namun tidak menggunakan roda.

Gambar 1: Hoverboard dalam Film Back to The Future (www.wikipedia.com)
Gambar 1: Hoverboard dalam Film Back to The Future (www.wikipedia.com)

Hoverboard adalah suatu papan yang dapat dikendarai mirip skateboard, bedanya skateboard menggunakan roda, sedangkan hoverboard melayang di udara. Teknologi hoverboard dimulai pada tahun 1950 ketika perusahaan Hiller Aircraft membuat semacam alat mirip hoverboard yang dinamai Flying Platform. Teknologi hoverboard benar-benar maju setelah seorang Prancis bernama Nils Guadagnin membuat hoverboard yang menggunakan daya tolak menolak antara kutub magnet yang sama. Hoverboard buatan Nils juga dilengkapi teknologi laser untuk membantu menjaga kestabilan. Namun hoverboard ini belum mampu menerima beban bobot manusia. Kemudian pada tahun 2014, Greg Henderson menyempurnakan kekurangan tersebut. Dia menggunakan prinsip kerja kereta supercepat yang menggunakan daya levitasi magnet. Hoverboard buatannya mampu membawa beban 150 kg saat melayang satu inci di atas tanah. Empat mesin kecil dijalankan untuk menghasilkan daya levitasi magnet seperti pada kereta cepat. Selain itu, mesin-mesin tersebut dapat menghasilkan daya dorong. Hoverboard yang dibuatnya ini dinamakan Hendo. Ternyata Hendo sangat diminati pecinta skateboard. Namun ternyata proyek ini hanya sebuah cara Greg untuk memperkenalkan idenya, yaitu menciptakan gedung yang menggunakan levitasi magnet agar dapat menjadi gedung yang tahan guncangan saat gempa. Sehingga idenya tersebut lebih dapat diterima pasar.

Di tahun 2015, sebuah perusahaan otomotif, Lexus, menggunakan konsep baru pada hoverboard. Mereka menggunakan teknologi superconductor. Superconductor merupakan teknologi mutakhir yang ditemukan seorang ilmuwan Belanda bernama Heike Kamerlingh Onnes.

Superconductor

Teknologi ini mampu menghasilkan material yang tidak mempunyai resistansi listrik sama sekali. Selain itu, material ini tidak dapat dipengaruhi oleh medan magnetik sebesar apapun sehingga dapat melayang di atas sebuah bidang magnetik.

Gambar 2: Superconductor (www.wikipedia.com)
Gambar 2: Superconductor (www.wikipedia.com)

Umumnya, sifat resistensi elektrik material akan turun seiring turunnya temperatur. Namun pada konduktor biasa, seperti: besi dan tembaga, hal ini dibatasi oleh campuran material lain. Material superconductor dibuat dengan cara pendinginan ekstrim sehingga temperatur material dibuat di bawah temperatur kritis. Bahan untuk menurunkan temperatur tersebut biasanya adalah nitrogen cair. Setelah di bawah temperatur kritis, material akan memasuki fase transisi dari konduktor biasa menuju fase superconductor.

Gambar 3: Material Biasa yang Sudah Memasuki Fase Superconductor (www.wikipedia.com)
Gambar 3: Material Biasa yang Sudah Memasuki Fase Superconductor (www.wikipedia.com)

Lexus Hoverboard

Lexus meluncurkan video yang berjudul Amazing Motion. Video tersebut merupakan video uji coba Lexus Hoverboard di salah satu skateboard park di Barcelona dan diuji coba oleh salah seorang skateboarder terkenal. Pada video tersebut, tampak seorang peseluncur melayang bersama hoverboardnya. Tidak seperti Hendo yang menggunakan medan tolakan magnet, Lexus hoverboard bekerja menggunakan teknologi superconductor sebagai pengangkat. Sebelum dapat dikendarai, permukaan logam bagian bawah papan harus didinginkan menggunakan nitrogen cair, sehingga dapat berubah menjadi superconductor. Hal ini membuat Lexus hoverboard lebih mirip pada hoverboard di film Back to The Future daripada Hendo. Oleh karena itu, banyak peminat yang memesan pada Lexus untuk dapat memproduksi secara massal hoverboard tersebut.

Superconductor yang digunakan pada Lexus Hoverboard adalah jenis YBCO (yttrium, barium, tembaga dan oksigen). Material ini tergolong high temperature superconductor karena memiliki temperatur kritis sebesar -180oC, sehingga dapat didinginkan oleh nitrogen cair. Oleh karena itu, Lexus Hoverboard mempunyai semacam tangki penampungan untuk menampung nitrogen cair. Kemudian nitrogen cair tersebut digunakan untuk menjaga agar temperatur material tetap di bawah temperatur kritis, sehingga fase superconductor tetap terjaga.

Gambar 4: Lexus Hoverboard Melayang di atas Permukaan (www.bloomberg.com)
Gambar 4: Lexus Hoverboard Melayang di atas Permukaan (www.bloomberg.com)

Namun hal yang mengecewakan adalah, ternyata hoverboard harus dikendarai di atas tempat yang dipengaruhi medan magnet. Karena superconductor hanya bisa melayang diatas medan magnet. Oleh karena itu, Lexus hoverboard tidak dapat dikendarai pada jalan biasa, atau bahkan taman skateboard biasa. Oleh karena itu, pihak Lexus mengklarifikasi bahwa skateboard park di Barcelona tersebut sudah dimodifikasi dengan penanaman magnet-magnet kecil, sehingga dapat menjadi skateboard park dengan medan magnet sementara.

Selain itu, nitrogen cair tersebut akan menguap seiring menyerap panas dari lingkungan sekitar. Jika nitrogen cair habis, maka fase superconductor dari material YBCO tersebut akan habis karena temperatur dari material tersebut akan terus meningkat hingga di atas temperatur kritis. Berdasarkan uji coba, Lexus Hoverboard dapat dikendarai selama 20 menit sebelum nitrogen cair menguap habis. Hal itu tentu tergantung pada temperatur udara sekitar. Pada video uji coba tersebut, sebenarnya Lexus menggunakan dua hoverboard. Satu untuk dikendarai dan satu diisi ulang menggunakan nitrogen cair.

Kedua alasan inilah yang membuat Lexus memutuskan bahwa hoverboard yang mereka buat tidak untuk kepentingan komersial. Well, setidaknya kita mampu mendekati teknologi fantasi dari film-film tersebut.

Jika artikel ini bermanfaat buat Anda, mohon untuk di Share because “Sharing is Caring”

Referensi:

  1. www.techtimes.com
  2. www.jalopnik.com
  3. www.bloomberg.com
  4. www.theverge.com
  5. draco.its.csufresno.edu
  6. www.wired.com
  7. en.wikipedia.org – Hoverboard
  8. en.wikipedia.org – Superconductivity
  9. hyperphysics.phy-astr.gsu.edu
Gambar 3: Transform Mampu Membaca Emosi Seseorang (thecreatorsproject.vice.com)

MIT Ciptakan TRANSFORM, Furnitur Cerdas yang Mampu Membaca Emosi Manusia

Apa anda pernah menonton film Big Hero 6? Dalam film itu, sang tokoh utama, Hiro Hamada menciptakan sebuah robot mikro yang dinamai microbots. Microbots mempunyai kemampuan menyusun diri dengan microbots lain sesuai emosi dan kemauan orang yang mengendalikannya. Sehingga dapat dibuat alat transportasi yang tak tertandingi karena sifatnya yang fleksibel namun kuat. Akhir-akhir ini, sekelompok peneliti dari Massachussets Institute of Technology (MIT) dari Laboratorium Media Nyata (Tangible Media Lab) yang dipimpin oleh Prof. Hiroshi Ishii, mencoba membuat suatu teknologi yang berprinsip sama yaitu mampu membaca emosi melalui gerakan tangan dan mampu bertransformasi secara tiga dimensi (3D). Bukan berbentuk seperti microbots, namun lebih berbentuk seperti furnitur (meja). Mereka menamai ciptaan mereka dengan nama “TRANSFORM”.

Gambar 1: Prof. Hiroshi Ishii Memamerkan Kemampuan Transform (www.hexapolis.com)
Gambar 1: Prof. Hiroshi Ishii Memamerkan Kemampuan Transform (www.hexapolis.com)

Selama ini, dunia furnitur merupakan dunia yang statis, tidak bergerak, dan tidak menghibur. Furnitur hanya digunakan sebagai tempat menyimpan atau meletakkan sesuatu. Ada juga yang memasukkan teknologi touch screen sebagai display untuk menambah nilai dan fungsi furnitur. Tapi Prof. Hiroshi mengatakan bahwa dunia piksel adalah dunia dua dimensi alias tak nyata yang hanya bisa dikontrol menggunakan perangkat masukan seperti mouse atau touchscreen. Dia ingin menciptakan sebuah furnitur yang mampu dikendalikan secara fisik melalui gerakan, dan dapat merespon dengan gerakan tiga dimensi pula. Ide awalnya tersebut diwujudkan dalam inForm.

Gambar 2: Bagan Kerja inForm (tangible.media.mit.edu)
Gambar 2: Bagan Kerja inForm (tangible.media.mit.edu)

InFORM adalah cikal bakal dari Transform. InFORM dipamerkan pertama kali pada event Lexus Amazing Design di Milan pada tahun 2014. Alat ini menggunakan pendeteksi gerakan oleh Kinect dan akan menghasilkan sinyal digital yang akan diolah oleh komputer dan ditampilkan dalam gerakan tiga dimensi pada shape display. Namun inForm dirasa masih belum memenuhi kriteria “peleburan teknologi dalam kehidupan sehari-hari” karena masih terdapat display konvensional di dalamnya. Prof. Hiroshi berfikir untuk dapat menghilangkan sama sekali display gambar pada alatnya. Sehingga sekilas seperti mesin yang mampu menuruti keinginan manusia.

Prof. Hiroshi dan tim berambisi membuat suatu teknologi yang sama, namun lebih tidak terlihat sebagai komputer yang kurang humanis. Oleh karena itu, terciptalah Transform. Prof Hiroshi Ishii mengatakan bahwa Transform merupakan manifestasi fisik dari dunia digital yang selama ini kita kenal dengan dunia semu. Dia mengklaim penemuan transform sama seperti penemuan suara dan gambar dalam dunia digital. Di samping itu, tujuan utama dari pembuatan Transform adalah menjembatani jurang antara mesin dengan alam. Karena selama ini mesin dan alam adalah suatu yang berlawanan. Transform tetap menggunakan Kinect untuk pendeteksian gerakan. Namun programnya dibuat lebih humanis. Transform dirancang untuk dapat mendeteksi emosi seseorang dari energi gerakannya. Selain itu, Transform mampu merekam kebiasaan dari penggunanya. Sehingga, walaupun berbentuk meja, Transform mampu memberikan bantuan seperti berubah bentuk sedemikian sehingga bisa menjadi sandaran buku, handphone, tempat pensil dan lain-lain.

Gambar 3: Transform Mampu Membaca Emosi Seseorang (thecreatorsproject.vice.com)
Gambar 3: Transform Mampu Membaca Emosi Seseorang (thecreatorsproject.vice.com)

Transform digerakkan oleh ribuan motor linier yang dikontrol oleh komputer. Sebelumnya gerakan tubuh dideteksi oleh Kinect yang terletak di atas pengguna. Ketika pengguna bergerak, Kinect akan mendeteksi gerakan tersebut dan mengubahanya dalam sinyal digital sebagai inpu komputer. Program yang ada di komputer akan memproses inputan tersebut dan memerintahkan motor linier yang berjumlah ribuan untuk dapat membuat formasi sesuai dengan cepat atau lambatnya gerakan pengguna. Pada umumnya, seseorang yang sedang marah akan menghasilkan gerakan tubuh yang cepat. Sehingga seolah-olah Transform dapat merasakan emosi yang ada pada diri pengguna.

Teknologi Transform dapat terus dikembangkan dari sekedar meja. Salah satu anggota tim, Sean Follmer dari tim engine design, mengatakan bahwa sangat mungkin Transform di-aplikasikan pada dashboard mobil. Selain itu, Transform dapat diaplikasikan pada produk-produk statis seperti meja. Bayangkan Anda bisa memiliki kursi duduk tegak yang dapat berubah menjadi kursi santai? Hanya, bentuk Transform memerlukan sedikit perbaikan. Ukuran balok-balok pada Transform diperkecil. Sehingga mampu menghasilkan gerakan fisik yang lebih smooth dan beresolusi tinggi. Selain itu, gerakan Transform masih terbatas pada gerakan alam seperti gelombang air, pasir, maupun angin. Jika kendala-kendala tersebut dapat diatasi, pasti masa depan akan sangat menyenangkan!

Jika artikel ini bermanfaat buat Anda, mohon untuk di Share because “Sharing is Caring”

Referensi:

  1. thecreatorsproject.vice.com
  2. www.hexapolis.com
  3. www.ibtimes.co.uk
  4. www.dezeen.com
  5. www.fastcodesign.com
Gambar 1 - Teknologi 4G (www.techspot.com)

Teknologi 4G

Gambar 1 - Teknologi 4G (www.techspot.com)
Gambar 1 – Teknologi 4G (www.techspot.com)

Mungkin Anda pernah tersesat dan kebingungan di antara sekian juta orang, apalagi itu malam hari dan Anda berada dalam keadaan yang memang membutuhkan panduan untuk menuju ke tempat tujuan Anda. Salah satu solusinya adalah Continue reading →

Prinsip Kerja 4WD (Four Wheel Drive)

Gambar 1- Skema Sistem 4WD (auto.howstuffworks.com)
Gambar 1- Skema Sistem 4WD (auto.howstuffworks.com)

Pernah mendengar istilah four wheel drive?Four wheel drive sering kita dengar dalam suatu bahasan otomotif terutama pada kendaraan roda empat. Namun sebenarnya apa itu four wheel drive. Kali ini akan kita bahas tentang apa dan bagaimana prinsip kerja dari 4WD (four wheel drive) tersebut. Continue reading →