Jetman Yves Rossy, Manusia Terbang

jetman

Ketika kita masih anak-anak pasti pernah bermimpi untuk bisa menjadi manusia super. Bisa terbang menjelajahi berbagai penjuru dunia seperti superman, ultraman, atau pun ironman. Namun di tahun 2008 hal itu bukan lagi sebatas mimpi. Tetapi telah menjadi kenyataan setelah dibuktikan oleh seorang pria berusia 49 tahun berkebangsaan swiss. Bahwa manusia bisa terbang menggunakan sayapnya.

Jetman pertama yang bisa terbang menggunakan sayapnya itu bernama “Yves Rossy” kelahiran 27 Agustus 1959. Sejak kecil dia sangat terobsesi untuk menjadi seorang penerbang. Maka ketika dewasa dia pun berkarir sebagai seorang pilot pesawat tempur milik angkatan udara Swiss. Selama berkarir di dunia militer dia telah menerbangkan beberapa pesawat seperti Dassault Mirage IIIs, Northrop F-5 Tiger IIs, dan Hawker Hunters. Meskipun dia telah menjadi seorang penerbang, karirnya tidak berhenti sampai disitu. Dia pun berpindah haluan menjadi seorang pilot pesawat sipil Boeing 747 milik Swiss Air dan Airbus A320 milik Swiss International Air Lines.

Jetman

Jauh sebelum tahun 2008 Yves Rossy selalu mendambakan bagaimana bisa terbang dengan cara yang berbeda. Diawali dari ketika dia mencoba terjun payung, namun hal itu belum memuaskan rasa penasarannya. Pada tahun 1993 Rossy memiliki sebuah ide, dimana tubuhnya diikat pada sebuah sayap lalu dihempaskan agar bisa meluncur. Meskipun itu ide yang sangat konyol tetapi dari situlah terobosan untuk membuat sayap yang lebih kuat dan diberi mesin jet ukuran kecil pun muncul.

Ketika pertama kali terbang menggunakan sayap yang ditambahkan 2 mesin jet, Rossy merasakan hal yang sangat aneh. Karena dia hanya meluncur ke depan seolah-olah ditarik oleh tenaga yang sangat kuat tanpa henti. Setelah peristiwa itu dia pun selalu memperbaiki hasil karyanya, bahkan telah menghasilkan puluhan sayap serta memiliki parasut sendiri.

Dan kini Yves Rossy telah memiliki sayap yang terbuat dari carbon fiber selebar dua meteran (6.5 kaki) dan berat 55 kilogram (121 pon) terdiri atas sayap serta 4 buah mesin jet yang penuh dengan bahan bakar. Dan dari setiap mesin jet mampu menghasilkan sekitar 50 pon gaya dorong.

yves rossy

Awalnya Yves Rossy sering mengalami kehilangan kendali spin dan osilasi. Kini dia mampu aerobatik yang sangat memukau. Apalagi setelah dibuktikan dengan terbang jarak dekat pada sebuah pesawat terbang Breitling, Douglas DC-3, British Spitfire, dan B-17 Boeing. Saat terbang Rossy hanya bermodalkan 4 mesin yang dipasang di bawah sayap, delapan galon bahan bakar untuk penerbangan 10 menit, altimeter dan timer yang digunakan sebagai alat ukur bahan bakar. Dan hebatnya sistem kontrol penerbangan hanya dilakukan oleh gerakan tubuh, bukan sistem kontrol otomatis seperti halnya penerbangan biasa.

Sebelum penerbangan Yves Rossy melakukan pemeriksaan menyeluruh dengan bantuan tim untuk memastikan empat mesin dalam kondisi prima. Karena ukuran sayap yang cukup besar Rossy tidak bisa masuk ke dalam helikopter, sehingga dia hanya bisa berdiri di samping. Pada waktu kurang dari satu menit sebelum sampai pada ketinggian 6.500 kaki Rossy dan tim mulai menyalakan mesin. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan kondisi mesin stabil yang ditAndai dengan 4 lampu menyala warna hijau.

Setelah mesin menyala dalam kondisi stabil dan Rossy telah melakukan pemeriksaan di sekitar untuk mendapatkan posisi lompatan ke belakang. Tim pun siap untuk menjatuhkan Jetman ke udara bebas. Setelah Rossy melompat ke belakang, dia pun membuat gerakan menukik ke bawah sampai 160 mph. Karena pada posisi itu kecepatan udara sangat tepat untuk terbang horisontal. Untuk bisa merubah posisi terbang dari turun ke bawah menjadi horisontal Rossy harus mengangkat kepala dan melengkungkan punggung. Karena dengan melakukan hal itu sayap akan membentuk sudut tertentu terhadap arah aliran udara. Sehingga sayapnya jetman memiliki kecepatan aliran udara bagian atas lebih besar dari pada di bagian bawah. Karena perubahan kecepatan aliran udara itu, tekanan udara di bagian bawah lebih besar dan menyebabkan timbulnya daya angkat pada sayap.

lift

Dari gambar di atas terlihat sebuah perubahan aliran udara yang menimbulkan gaya angkat pada sayap. Jika dirumuskan sebagai berikut :

F1 – F2 = ½ ρ A (v22 – v11)

dengan :

F1 – F2 = gaya angkat pesawat terbang (N),

A = luas penampang sayap pesawat (m2),

v1 = kecepatan udara di bagian bawah sayap (m/s),

v2 = kecepatan udara di bagian atas sayap (m/s), dan

ρ = massa jenis fluida (udara).

Karena terjadi pembelokan arah sayap, maka dihasilkan kecepatan udara di daerah F2 lebih besar dari pada di daerah F1. Sehingga akibat peristiwa ini terjadilah gaya angkat seluas daerah A pada sayap.

Mungkin yang dilakukan oleh Yves Rossy terlihat gila. Karena melakukan penerbangan yang hanya bermodalkan altimeter dan timer. Tapi bagi Jetman di situlah insting seorang penerbang akan teruji. Berikut ini adalah video Yves Rossy saat terbang di udara:

Yves Rossy pernah berkata, “Ketika kulit dan telinga mulai merasakan udara dengan kecepatan yang sangat tinggi. Pasti pada awalnya seorang penerbang akan merasakan ketakutan ketika pertama kali melakukannya. Namun ketika penerbangan dengan kendali tubuh sudah dikuasai, panca indera pun akan beradaptasi bagaikan burung yang bebas melayang. Dan ketika sampai pada kondisi itu seorang penerbang akan merasakan sebuah pengalaman terhebat sepanjang hidupnya. Dari pada hanya duduk di dalam pesawat yang semua telah dikendalikan oleh sistem kontrol yang serba otomatis”

Jika artikel ini bermanfaat buat Anda, mohon untuk di Share because “Sharing is Caring”

Referensi:

  1. en.wikipedia.org,
  2. www.wired.com,
  3. www.jetman.com,
  4. selviaputridiwanti.wordpress.com,
  5. www.lacotedesmontres.com,
  6. www.reddit.com

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...