Teknologi Ban Tanpa Udara (Airless Tire)

sejarah penemuan ban tanpa udaraKetika Robert Thomson menemukan ban angin pada satu setengah abad lalu, ide tersebut adalah satu dari beberapa konsep yang dikembangkan oleh pria berkebangsaan Skotlandia ini guna menciptakan sistem kendaraan yang nyaman untuk dikendarai. Thomson juga memiliki terobosan mengisi “roda udara” dengan spons, pegas atau ekor kuda untuk menghindari ban kempes akibat benturan antara ban dengan jalan.

Seiring dengan perkembangan teknologi, teknologi ban pun juga memiliki inovasi, seperti: ban tanpa udara (airless tire). Tujuan utamanya adalah untuk meminimalisir ban kempes, memperpanjang umur ban, mem-fasilitasi daur ulang dan meningkatkan kehAndalan kemudi.

Bukti utama pengembangan ban tanpa udara muncul pada tahun 1970-an oleh NASA’s Lunar Roving Vehicle pada penelitian kendaraan penjelah bulan. Teknologi ban tanpa udara pertama kali di-desain oleh Ferenc Pavlic dan diproduksi oleh GM. Ban dengan ukuran 9/32 inci ini tesusun atas rangkaian jala baja yang dipasang pada roda aluminium. Bahan V-shaped airless tire ini adalah titanium, sehingga membuatnya mampu berjalan pada permukaan bulan yang berdebu. Tentunya dengan design seperti ini, kita akan beranggapan bahwa kualitas kendaraan yang menggunakan ban tanpa udara ini tidak cocok digunakan di Bumi.

Michellin mulai mencoba menerapkan ide ini pada tahun 2005 dengan kombinasi ban dan roda yang diberi nama “Tweel”. Setelah beberapa tahun melakukan pengembangan ban PAX run-flat, Engineer Michellin memberi kesimpulan bahwa menghilangkan udara pada ban menjadi masuk akal. Tweel terdiri dari pijakan karet tipis yang diperkuat dengan belt plastik komposit serta didukung dengan V-shapedpolyurethane spokes.

Melalui penilitian, ban tanpa udara memiliki umur 2 hingga 3 kali lebih panjang dan memiliki kekakuan (stiffness) 5 kali lebih baik dengan hanya sedikit peningkatan hambatan rolling. Michellin mendemonstrasikan Tweel pada Audi A4 dan dua kendaraan Segway serta mengumumkan aplikasi pertama akan diterapkan pada kendaraan militer.

sejarah penemuan ban tanpa udara

Tweel terdiri dari sebuah hub kaku yang melekat pada shear beam melalui jari-jari (spokes) yang fleksibel. Shear Beam sebagai pelek roda utama akan menerima beban yang paling besar. Sedangkan, Spokes dan hub mendistribusikan beban ke bagian shear beam yang berbeda tiap kali roda berputar. Spokes yang fleksibel menyatu dengan roda fleksibel sehingga mampu menyerap tekanan dan memantul kembali dengan mudah.

Tanpa membutuhkan angin seperti ban konvensional, Tweel tetap memiliki performa pneumatic dalam hal kapasitas pembawa beban, kenyamanan berkendara dan kemampuan berjalan pada medan yang tidak rata. Selain Michellin, ada beberapa perusahaan lain yang sedang mengembangkan ban tanpa udara (airless tire) ini, seperti: Bridgeston. Penilitian ini terus dikembangkan untuk menganalisa tekanan ban dan juga meningkatkan performa ban serta tingkat kenyamanan berkendara.

sejarah penemuan ban tanpa udara (airless tire) 3

Jika artikel ini bermanfaat buat Anda, mohon untuk di Share because “Sharing is Caring”

Referensi:

  1. www.caranddriver.com,
  2. auto.howstuffworks.com

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...