Teknologi Airbag

Gambar 1 - air bag mobil

Gambar 1 – air bag mobil

Airbag (Kantung udara) adalah alat pengaman yang digunakan untuk melindungi penumpang ketika terjadi kecelakaan. Hampir sebagian besar mobil memiliki airbag, pada bagian pengemudi yang terletak di kemudi sedangkan di bagian penumpang terletak di dashboard penumpang. Airbag bekerja dengan cara merespon dalam waktu sekian milidetik saat terjadi kecelakaan. Airbag yang terlipat tiba-tiba membesar karena dipenuhi gas nitrogen. Sehingga Airbag berubah menjadi bantalan yang sangat empuk untuk penumpang, dengan tujuan para penumpang bisa aman dari benturan.

Dalam beberapa dekade terakhir airbag telah mengurangi jumlah kematian dan cedera serius dari kecelakaan mobil. Berdasarkan data Lembaga Asuransi untuk Keselamatan Jalan Raya, jumlah kematian akibat tabrakan ketika sabuk pengaman dan airbag digunakan turun 24%. Sehingga The National Highway Traffic and Safety Administration (NHTSA) mengeluarkan peraturan bahwa mobil yang dibuat setelah tahun 1998 harus dilengkapi dengan airbag di bagian pengemudi dan penumpang.

Mekanisme kerja airbag dibagi menjadi dua sistem, sensor dan airbag modul. Sensor terdiri atas dua sensor impact dan sensor deselerasi. Sensor deselerasi bekerja saat mobil mengalami pengurangan kecepatan secara mendadak dari kecepatan tinggi. Sedangkan sensor impact diletakan di bagian depan mobil, sehingga saat mobil mengalami benturan sensor akan mengirim arus listrik ke unit airbag modul.

Airbag modul terdiri atas inflator, tas nilon, dan cover. Terletak di dalam kemudi dan dashboard penumpang. Airbag modul bekerja saat sensor mengirimkan arus listrik menuju inflator. Karena inflator mendapatkan arus listrik maka inisiator pun bekerja dengan cara menciptakan percikan api yang mampu membakar propelan atau kebanyakan mobil menggunakan senyawa natrium azida. Dimana dari hasil pembakaran ini akan menciptakan gas nitrogen. Dari proses pembakaran tersebut akan dihasilkan abu dan gas nitrogen panas. Abu dibuang ke udara secara otomatis sedangkan gas nitrogen panas didinginkan melalui layar filtrasi. Dan gas nitrogen ini lah yang menyebabkan airbag mengembang. Dari keseluruhan proses Airbag modul bekerja dibutuhkan waktu sekitar 30 milidetik.

Sejarah pengembangan airbag mengalami banyak kendala. Pada tahun 1952 airbag pertama kali dibuat oleh John W. Hetrick. Penemuan ini berawal dari sebuah peristiwa yang terjadi pada musim semi tahun 1952. Saat itu istri, anak, Joan, dan John W. Hetrick sedang bepergian menggunakan mobil Chrysler Windsor 1948. Sekitar tiga mil di luar Newport keluarga John W. Hetrick sedang asik menonton rusa yang berlarian di seberang jalan. Namun karena mobil sedang melewati bukit tanpa disadari ada sebuah batu besar di tengah jalan. John W. Hetrick pun menginjak rem, karena di sisi kiri jalan ada dua buah pohon besar serta pagar kayu akhirnya John W. Hetrick memilih untuk membelokan mobilnya ke arah kanan. Mobil pun masuk ke dalam parit. Karena mobil masuk ke dalam parit John W. Hetrick beserta istri secara reflek meletakan tangan keduanya bersilangan ke depan, agar anak mereka tidak terbentur dashbord. Beruntung saat itu musim semi, sehingga di dalam parit terdapat lumpur. Mobil pun tidak rusak parah dan tidak ada yang terluka.

Gambar 2 -Chrysler Windsor

Gambar 2 -Chrysler Windsor

Mobil pun dievakuasi untuk ditarik kembali ke jalan. Setelah itu John W. Hetrick dan keluarga melanjutkan perjalanan pulang menuju rumah. Selama perjalanan pulang, John W. Hetrick tidak berhenti memikirkan kecelakaan yang baru saja dia alami. Dia pun bertanya ke dalam dirinya.

“Kenapa tidak menciptakan sebuah teknologi untuk menghindari benturan saat terjadi kecelakaan mobil yang mampu bekerja secara otomatis?”

Dan malam harinya John W. Hetrick pun duduk di meja dapur dan menggambar beberapa sketsa tentang desain awal airbag. Akhirnya hampir setiap malam selama dua minggu dia melakukan riset sketsa tersebut, tapi masih saja mengalami kebuntuan. Sehingga dia pun mengamati desain airbag torpedo angkatan laut. Dalam pengamatannya dia melihat torpedo yang memiliki penutup kanvas. Ketika udara yang berada di dalam torpedo terkompresi dengan cepat kanvas menembak ke atas langit.

Gambar 3 -John W. Hatrick

Gambar 3 -John W. Hatrick

Dengan pengetahuan ini, dia pun mengembangkan desain airbag sampai mendapatkan hak paten pada tanggal 5 Agustus 1952. Dan ide John W. Hatrick tersebut masih digunakan untuk desain airbag sampai hari ini. Di mana udara terkompresi disimpan ke dalam sebuah wadah dan ketika pegas rem mobil bekerja secara mendadak katup akan terbuka dan udara bertekanan akan mengisi airbag. Namun karena ini masih ide permulaan maka masih diperlukan penyempurnaan desain oleh perusahaan otomotis pada tahun-tahun berikutnya.

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...