Proses Pengolahan Natural Gas

Gambar - proses pengolahan natural gas (www.croftsystems.net)

Gambar – proses pengolahan natural gas (www.croftsystems.net)

Natural gas adalah komponen penting dalam pasokan energi dunia. Jika dilihat dari fungsinya maka natural gas ini cukup menarik karena memiliki proses pembakaran yang lebih sempurna dan gas emisi yang lebih bersih jika dibandingkan dengan batu bara ataupun minyak.

Pada tahun-tahun ke depan, kita akan membutuhkan pasokan energi yang terus meningkat karena jumlah populasi dunia yang semakin meningkat. Itulah sebabnya natural gas ini akan menjadi salah satu “future energy” di masa yang akan datang.

Natural Gas adalah campuran Gas Hydrocarbon yang mudah terbakar. Ketika natural gas ini diambil dari sumur gas, natural gas ini masih memiliki komposisi yang sangat bervariasi dengan komponen utama metana (LNG) dan juga mencakup etana, propana, butana, pentana, air dan H2S seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini:

Gambar - Komposisi natural gas (naturalgas.org)

Gambar – Komposisi natural gas (naturalgas.org)

Pada artikel ini kita akan mempelajari bagaimana memproduksi natural gas dimana kita harus menghilangkan H2S & air yang terkandung di dalamnya yang sering menyebabkan korosi pada unit pengolahan gas dan juga mengurangi heating value dari natural gas tersebut. Berikut ini adalah proses  dari pengolahan natural gas dari sumur hingga menghasilkan gas yang siap pakai seperti LNG (CH4), LPG (C3H8 & C4H10) dan hydrocarbon  yang sudah siap untuk dijual atau digunakan:

Gambar - proses pengolahan natural gas (www.croftsystems.net)

Gambar – proses pengolahan natural gas (www.croftsystems.net)

 

  1. Gas/liquid Separator (Oil, Condensate, & Water Removal)

separatorSetelah keluar dari sumur gas, proses pertama adalah pemisahan gas dengan minyak dan air yang terkandung di dalam gas. Prinsip pemisahan pada separator ini menggunakan prinsip gravitasi dimana zat (minyak dan air) yang memiliki massa paling berat akan berada pada lapisan paling bawah, sedangkan natural gas akan mengalir ke bagian atas dan masuk ke proses pengolahan berikutnya.

  1. Gas Sweetening (H2S & CO2 Removal)

Setelah pemisahan antara natural gas dengan minyak & air, maka step selanjutnya adalah pemisahan antara natural gas dengan  H2S & CO2 , Kenapa H2S & CO2 harus dihilangkan? H2S mempunyai sifat asam yang bisa membuat pipa ataupun tangki menjadi korosi, sedangkat CO2 akan membuat unit pengolahan menjadi plug atau tersumbat ketika CO2 bereaksi dengan H2O yang akan membentuk asam karbonat H2CO3. Prinsip pemisahan pada Gas Sweetening ini adalah proses kimiawi  dengan menggunakan senyawa amina (Amine System).

  1. Gas Dehydration (Water Vapour Removal)

Step berikutnya adalah pemisahan natural gas dengan uap air (H2O), pada step pertama (separator) terdapat proses pemisahan gas dengan liquid (minyak, condensate dan air) hanya saja pada step tersebut belum memisahkan natural gas dengan air secara sempurna sehingga natural gas yang keluar dari separator tersebut masih dalam bentuk “Gas Basah” yang mengandung air. Air ini harus dihilangkan karena bisa mengakibatkan korosi dan penyumbatan pada unit pengolahan. Prinsip pemisahan pada Gas Dehydration ini pada umumnya menggunakan proses kimiawi dengan menggunakan Glycol (absorption) atau menggunakan solid desiccants (adsorption).

  1. Pemisahan Hydrocarbon (Extraction)

Setelah zat-zat yang merugikan tersebut sudah terpisahkan, maka proses selanjutnya adalah pemisahan natural gas berdasarkan penggunaannya. Natural gas pada proses terakhir ini hanya tinggal mempunyai komposisi Metana (LNG), Etana, LPG (Propana & Butana). LNG  merupakan produk utama yang akan digunakan pada dunia industri seperti Power Plant, Etana akan digunakan sebagai bahan pokok dari plastik, pupuk dan refrigerant, sedangkan LPG akan digunakan sebagai energi kebutuhan rumah tangga. Prinsip pemisahan Hydrocarbon ini menggunakan Prinsip “Destilasi” dimana Metana, Etana, Propana dan Butana memiliki “Dew Point (titik kondensasi)” yang berbeda-beda.

Jika artikel ini bermanfaat buat Anda, mohon untuk di Share because “Sharing is Caring”

Referensi : www.croftsystems.net

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...