Prinsip Kerja Sistem Hidrolik

prinsip kerja sistem hidrolik 5Pernahkah Anda pergi ke tempat konstruksi yang sedang membuat sebuah gedung yang besar? atau jika Anda sedang berjalan di kota jakarta yang sedang banyak pembangunan gedung dan apartemen maka Anda akan melihar alat-alat konstruksi yang menggunakan prinsip kerja sistem hidrolik seperti crane, forklift, loader atau pun bulldozer.

Sistem hidrolik ini banyak sekali membantu kita dalam kehidupan sehari-hari, contoh nya pada alat transportasi seperi pesawat terbang, mobil, kapal laut semuanya dilengkapi dengan sistem hidrolik bahkan sistem rem yang digunakan pada mobil Anda pun juga menggunakan sistem hidrolik. Pada artikel ini kita akan belajar tentang prinsip kerja sistem hidrolik.

prinsip kerja hidrolik

Prinsip dasar di balik semua sistem hidrolik ini sebenarnya sangat lah sederhana yaitu gaya yang diberikan pada satu titik akan dipindahkan ke titik yang lain menggunakan cairan yang “dimampatkan”. Cairan yang biasa digunakan adalah minyak atau oli. Pada gambar di bawah ini ada sebuah sistem hidrolik sederhana yang terdiri dari dua unit piston dan pipa yang berisi minyak. Dua unit piston ini masuk ke dalam dua unit silinder gelas yang diisikan dengan minyak dan terhubung satu sama lain dengan pipa yang diisi dengan minyak. Jika Anda memberikan gaya ke bawah pada piston bagian kiri maka gaya tersebut akan ditransmisikan ke piston kedua di bagian kanan melalui minyak dalam pipa. Hal yang menarik dari sistem hidrolik ini adalah pipa yang menghungbungkan kedua silinder tersebut dapat mempunyai panjang dan bentuk apapun yang penting tidak bocor karena kebocoran tersebut bisa menggangu kemampatan dari minyak atau oli tersebut. Selain itu, sistem hidrolik ini juga bisa berupa garpu dimana satu master silinder dapat mendorong lebih dari satu slave silinder yang diinginkan.

prinsip kerja sistem hidrolik

Dari gambar diatas, kita dapat mengetahui bagaimana perhitungan dari sistem hidrolik ini. Piston yang berada di sebelah kanan memiliki luas permukaan sembilan kali lebih besar daripada piston di sebelah kiri. Asumsikan bahwa piston di sebelah kiri mempunyai diameter sebesar  2 inch, sedangkan piston di sebelah kanan berdiameter  6 inch. Jika rumus luas dari kedua piston tersebut adalah (Pi x r2) atau phi kali “r”  kuadrat maka luas piston bagian kiri sebesar 3,14 inch2, sedangkan luas piston di sebelah kanan adalah 28,26 inch2. Piston di sebelah kanan adalah 9 kali lebih besar dari piston di sebelah kiri. Hal ini berarti bahwa setiap gaya yang diberikan pada piston di sebelah kiri maka akan mengakibatkan gaya yang timbul pada piston sebelah kanan sebesar 9 kali lebih besar. Jadi jika Anda menerapkan gaya ke bawah 100 Pound pada piston bagian  kiri maka sebuah gaya ke atas sebesar 900 pound akan muncul di piston sebelah kanan.

prinsip kerja sistem hidrolik

Jika artikel ini bermanfaat buat Anda, mohon untuk di Share

Referensi : science.howstuffworks.com

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...