Prinsip Kerja Siklus Rankine

Gambar 2 Siklus RankineListrik merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat vital. Hampir semua manusia di Bumi bergantung pada listrik. Tanpa listrik kegiatan manusia akan terganggu dan akan mengakibatkan kekacauan. Untuk memenuhi kebutuhan akan ketersediaan listrik, manusia terus mengembangkan teknologi untuk menghasilkan listrik.

Sekarang, terdapat berbagai macam teknologi untuk membangkitkan daya listrik baik skala kecil maupun skala besar. Salah satu penghasil listrik yang sering digunakan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap dimana PLTU ini masih menjadi jenis pembangkit yang populer digunakan di Indonesia.

Pada dasarnya, PLTU mengonversikan tenaga uap menjadi energi listrik. PLTU mempunyai komponen-komponen penyusun yang menjadi suatu sistem yang sering disebut dengan Siklus Rankine. Siklus Rankine merupakan siklus dasar dalam pengoperasian semua pembangkit yang menggunakan fluida. Dengan mengetahui prinsip dasar dari siklus rankine, Anda akan memperoleh gambaran bagaimana PLTU bekerja. Mari kita lihat penjelasan lebih detail terkait Siklus Rankine.

Gambar 1- Skema PLTU

Gambar 1- Skema Kerja PLTU

Gambar 2 - Siklus Rankine

Gambar 2 – Siklus Rankine Ideal

Berdasarkan gambar di atas, maka Anda dapat melihat bahwa terdapat empat komponen penting yang menyusun siklus ini. Komponen-komponen penyusun dari siklus ini antara lain: turbin uap, kondensor, pompa dan boiler. Berikut penjelasan detail terkait komponen tersebut

Turbin Uap

Turbin Uap merupakan komponen utama yang berfungsi untuk mengkonversi tenaga uap menjadi tenaga listrik. Di dalam turbin uap terdapat bagian yang berputar (rotor) dan bagian yang diam (stator). Bagian yang berputar inilah yang berfungsi untuk mengonversi tenaga uap. Perputaran dari rotor akan berfungsi sama seperti generator yang merubah energi kinetik menjadi energy listrik. Sedangkan bagian yang diam berfungsi untuk mengarahkan arah aliran fluida yang melintasi turbin. Pada rotor fluida relatif memiliki tekanan yang lebih tinggi dari pada stator. Turbin uap dapat terdiri dari single phase yaitu hanya terdiri dari satu rotor dan satu stator atau terdiri dari multi phase yaitu terdiri dari beberapa rotor dan beberapa stator.

Gambar 3- Turbin Uap

Gambar 3- Turbin Uap

Kondensor

Kondensor merupakan komponen yang berfungsi untuk mengubah uap maupun campuran hasil keluaran turbin menjadi cair atau cair jenuh. Pada kondensor terdapat dua fluida yang mengalir di dalamnya. Yang pertama, fluida panas yaitu uap maupun campuran yang berasal dari turbin dan fluida lain sebagai fluida dingin yang biasanya berasal dari cooling tower. Panas dari fluida panas akan dilepas menuju fluida dingin sehingga memungkinkan terjadinya perubahan fasa dari uap atau campuran menjadi cair maupun cair jenuh. Tekanan pada kondensor tidak dapat kurang dari tekanan pada kondisi jenuh fluida.

Gambar 4- Kondensor

Gambar 4- Kondensor

Pompa

Pompa merupakan komponen yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan fluida sebelum memasuki boiler. Untuk menggerakkan pompa tentu memerlukan daya dari luar.

  Daya tersebut akan memutar impeller di dalam pompa, lalu putaran dari impeller ini akan mengarahkan dan meningkatkan tekanan fluida.

Gambar 5- Pompa

Gambar 5- Pompa

 

Boiler

Boiler adalah bejana bertekanan dengan bentuk dan ukuran yang didesain untuk menghasilkan uap panas atau steam. Steam tersebut kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses selanjutnya. Panas pada boiler didapatkan dari hasil pembakaran luar, baik dari pembakaran batu bara, solar, gas alam maupun nuklir.

Gambar 6- Boiler

Gambar 6-Boiler

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...