Prinsip Kerja Radiator

prinsip kerja radiatorPada abad ini, teknologi mesin telah banyak menghasilkan inovasi dalam hal meningkatkan efisiensi mesin untuk mengubah energi kimia menjadi energi mekanik, tetapi masih belum bisa untuk mengubah seluruh energi kimia tersebut menjadi energi mekanik dan mungkin sebagian besar berubah menjadi energi panas. Energi panas ini akan menjadi sebuah kerugian jika terjadi overheating karena akan menyebabkan kerusakan pada mesin, dan untuk mencegah agar hal tersebut tidak terjadi maka dibuatlah sistem pendinginan untuk menjaga mesin agar tidak terjadi overheating. Salah satu sistem pendinginan yang digunakan mesin mobil dan sepeda motor pada saat ini adalah menggunakan radiator.

Radiator merupakan heat exchanger yang digunakan pada sistem pendinginan mesin pembakaran dalam, terutama pada mobil dan sepeda motor, tetapi juga  ada yang digunakan pada mesin pesawat yang menggunakan tipe mesin piston dan kereta api.

prinsip kerja radiator

Pada mesin mobil dan sepeda motor, radiator menggunakan fluida cair sebagai media pendinginan dimana cairan ini akan menyerap panas dari blok mesin hingga ke kepala silinder mesin. Pompa akan mengirimkan cairan ke dalam blok mesin melalui pipa berwarna hijau, lalu menuju bagian dalam mesin di sekitar silinder hingga ke kepala silinder, kemudian cairan yang telah menyerap panas dari mesin masuk lagi ke dalam radiator melalui pipa berwarna merah. Di dalam radiator, cairan ini akan didinginkan menggunakan udara luar dan ketika temperature cairan sudah dingin maka pompa akan kembali memompa cairan pendingin ke dalam mesin.

Komponen radiator

Berikut gambar dibawah ini adalah bagian-bagian dari radiator:

  1. Fan (Kipas)

prinsip kerja radiator

Fan berfungsi untuk mempertahankan temperature dari cairan pendingin. Fan ini digerakkan oleh motor listrik atau digerakkan oleh mesin itu sendiri. Kipas dikendalikan oleh ECU atau saklar termostatik dimana kipas akan menyala ketika cairan pendingin beroperasi di atas temperature set point dan kembali mati ketika temperature cairan beroperasi pada temperature operational.

  1. Thermostat

prinsip kerja radiator

Thermostat adalah sebuah valve yang berfungsi untuk mengontrol dan menjaga mesin beroperasi pada temperature operational nya. Thermostat yang digunakan biasanya adalah jenis wax thermostat ( thermostat lilin ). Cara kerja thermostat adalah mengikuti temperature dari cairan pendingin, ketika temperature cairan pendingin masih dibawah temperature kerja maka lilin belum meleleh dengan cukup sehingga thermostat masih menutup, dan ketika cairan pendingin mulai mencapai temperature kerja maka lilin semakin mencair dan mampu melawan pegas yang ada sehingga thermostat mulai membuka dan akan semakin membuka penuh ( fully open ) bersamaan dengan naik nya temperature operational dari mesin. Jadi, cairan pendingin semakin panas maka thermostat semakin terbuka dan air yang didinginkan semakin banyak. Demikian juga sebaliknya, jika cairan pendingin semakin turun temperature nya maka thermostat semakin menurun dan cairan yang didinginkan radiator semakin sedikit.

  1. Water Pump

Water pump yang digunakan adalah pompa centrifugal. Pompa ini berfungsi untuk memompa cairan pendingin yang merupakan output dari radiator dan cairan sudah dalam bentuk cair. Cairan ini akan dipompa menuju blok mesin dan kepala silinder.

  1. Radiator Cap (Pressure Cap)

prinsip kerja radiator

Radiator Cap ( tutup radiator ) berfungsi sebagai valve yang mengatur cairan pendingin ketika terjadi peristiwa overflow di dalam radiator. Pada temperature kerja, tekanan cairan pendingin sebesar 80 – 120 kPa. Dengan tekanan cairan pendingin melebihi tekanan atmosfir, maka titik didih cairan pendingin juga meningkat dan sistem pendinginan menjadi lebih aman karena air tidak cepat mendidih . Ketika mesin panas maka temperature dan tekanan cairan pendingin akan naik dan volume nya akan mengembang sehingga radiator cap akan membuka dan air akan mengalir ke dalam reservoir. Radiator cap akan kembali menutup ketika tekanan air di dalam radiator menurun. Ketika mesin dimatikan, temperature  mesin dan cairan pendingin akan semakin turun bahkan mencapai temperature atmosfir serta volume cairan pendingin akan menyusut. Akibatnya akan terjadi ruang kosong dan terjadi peristiwa vacuum di dalam radiator. Akibatnya cairan pendingin di dalam tangki reservoir akan terhisap kembali memenuhi ruang radiator.

Jika artikel ini bermanfaat buat Anda, mohon untuk di Share because “Sharing is Caring”

Referensi:

  1. en.wikipedia.org,
  2. auto.howstuffworks.com,
  3. www.vedcmalang.com

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...