Prinsip Kerja Non Destructive Test (NDT)

non-destructive-testing

Pada dunia industri banyak terjadi kegagalan yang disebabkan oleh cacat material. Dan banyak peneliti mencari cara bagaimana untuk mengetahui ada tidaknya cacat pada suatu material. Secara garis besar, terdapat dua jenis pengujian material yaitu pengujian merusak (Destructive Test) dan pengujian tidak merusak (Non Destructive Test). Terlihat dari namanya, pengujian ini dibedakan atas bagaimana kondisi terakhir dari material setelah pengujian. Pengujian merusak (Destructive Test) biasanya digunakan untuk mengukur sifat mekanik suatu material, seperti: kekuatan, kekerasan, fatigue dan sebagainya. Sedangkan pengujian tidak merusak (Non Destructive Test) lebih condong untuk mengetahui ada tidaknya cacat, struktur mikro dan estimasi sifat mekanik pada material. Kali ini kita akan membahas lebih dalam terkait Non Destructive Test (NDT).

Non Destructive Test merupakan metode pengujian pada material, struktur atau komponen untuk mendapatkan karakteristiknya tanpa harus merusak material tersebut. Dalam industry material Non Destructive Test (NDT) dapat diaplikasikan untuk berbagai hal antara lain:

  • Sebagai kontrol kualitas dari unit-unit pra-cor atau konstruksi in site
  • Menghilangkan keraguan tentang penerimaan material dari supplier terkait spesifikasi yang telah disepakati
  • Menghilangkan keraguan terkait proses pembuatan yang meliputi batching, mixing, placing, compacting maupun curing.
  • Menentukan lokasi dari crack, void, honeycombing maupun cacat yang lain
  • Menentukan posisi, kuantitas atau kondisi dari reinforcement
  • Memprediksi perubahan jangka panjang dari karakteristik material
  • Menyediakan informasi untuk berbagai pengusulan perubahan dari penggunaan sebuah struktur untuk asuransi atau untuk penggantian kepemilikan.

Dapat disimpulkan bahwa NDT dapat digunakan untuk memastikan kualitas dari berbagai tahap mulai dari bahan mentah (raw material), fabrikasi, pra-penggunaan dan saat digunakan.

Jenis  Non Destructive Test apa yang digunakan dapat didasarkan pada beberapa kriteria yang seringkali dijadikan acuan bagaimana penentuan dari tujuan pengujian antara lain:

  • Jenis Material
  • Jenis Cacat
  • Lokasi Cacat
  • Ukuran cacat

Terdapat banyak jenis dari NDT yang telah dikembangkan tergantung pada tujuan pengujian tersebut. Berikut ini akan dijelaskan lebih dalam terkait jenis-jenis pengujian tidak merusak. Jenis NDT yang akan dijelaskan didasarkan pada metode pengujian volumetrik, permukaan, keutuhan, dan pengawasan kondisi.

Metode Pengujian Volumetrik (Volumetric Examination Method)

1. Pengujian Ultrasonic (Ultrasonic Testing -UT )

Pengujian Ultrasonik merupakan pengujian NDT yang memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk mendeteksi cacat atau perubahan dari sifat material. Pengujian ini juga dapat digunakan untuk mengukur ketebalan dari berbagai jenis material logam maupun non logam dimana cukup memeriksa dari satu sisi.

nondestes.blogspot.com

Gambar1- Pengujian Ultrasonik (nondestes.blogspot.com)

Kelebihan Ultrasonik:

  • Cukup menggunakan satu sisi dari material
  • Persiapan pengujian terkait benda uji relatif mudah
  • Dalam mendeteksi cacat, ultrasonic memiliki kedalaman penetrasi yang sangat baik dari jenis Non Destructive Test yang lain
  • Hasil pengujian dapat terekam pada layar CRT, jadi informasi cepat diterima
  • Dapat digunakan untuk mengukur ketebalan material
www.testindo.com

Gambar 2- Tampilan Layar CRT (www.testindo.com)

Kekurangan Ultrasonik:

  • Kurang sesuai untuk material yang tipis
  • Tidak mudah dalam mengoperasikan dan membaca data CRT, butuh keahlian khusus
  • Permukaan harus terjangkau oleh probe dan couplant
  • Kekasaran permukaan juga akan mempengaruhi hasil inspeksi, sehingga proses finishing dan polishing sangat berpengaruh

2. Pengujian Radiografi (Radiography Testing-RT)

Pengujian ini menggunakan sebuah peralatan sinar-X atau isotope radioaktif sebagai sumber radiasi yang dilewatkan melalui material dan ditangkap oleh film atau peralatan digital. Setelah film tercetak, maka akan diperoleh variasi densitas (gelap terang) pada film. Cacat dapat teridentifikasi dari perubahan densitas pada film.

Kelebihan radiografi:

  • Persiapan pengujian yang relatif mudah
  • Dapat mendetekasi cacat pada surface dan subsurface
  • Dapat diaplikasikan untuk segala jenis material
  • Dapat diaplikasikan untuk bentuk yang rumit dan struktur yang berlapis tanpa harus membongkar struktur tersebut

Kekurangan radiografi:

  • Tidak mudah untuk dioperasikan, butuh keahlian khusus
  • Peralatan yang relatif mahal
  • Waktu operasi yang lama untuk material yang tebal
  • Butuh kedua sisi yang berlawanan dari material
  • Sangat dipengaruhi oleh arah radiasi yang dipancarkan dan yang diterima
  • Terdapat resiko efek radiasi pada pengguna

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...