Prinsip Kerja Motor Brushless DC (BLDC Motor)

Prinsip Kerja Motor BLDC

Prinsip kerja Motor BLDC sebenarnya sama dengan motor listrik DC konvensional. Perbedaan hanya terletak pada penggunaan brush (sikat). Pada motor DC konvensional, sikat dan komutator mekanik digunakan dalam proses komutasi. Sedangkan motor BLDC sudah menggunakan teknologi elektronik dalam proses komutasinya, yaitu sensor Hall dan kontroler.

Gambar 7: Skema Kerja Motor BLDC (www.web-uvic.ca)

Gambar 7: Skema Kerja Motor BLDC (www.web-uvic.ca)

Secara garis besar, proses kerja dari motor BLDC dapat dijelaskan dalam gambar berikut. Motor yang dipakai adalah motor BLDC 3 fasa, berputar searah jarum jam dan sensor Hall menggunakan default kutub utara.

Gambar 8: Langkah Kerja Pertama Motor BLDC (www.web-uvic.ca)

Gambar 8: Langkah Kerja Pertama Motor BLDC (www.web-uvic.ca)

Pertama, hall sensor H1 dan H3 bernilai 1 karena mengalami perubahan medan magnet. Sehingga kontroler akan mengalirkan arus pada lilitan B dan C. Lilitan B menjadi kutub utara dan lilitan C menjadi kutub selatan. Kutub utara oleh lilitan B akan memberikan tolakan pada kutub utara magnet rotor, sedangkan kutub selatan lilitan C akan menarik kutub utara magnet rotor.

Gambar 9: Langkah Kerja Kedua Motor BLDC (www.web-uvic.ca)

Gambar 9: Langkah Kerja Kedua Motor BLDC (www.web-uvic.ca)

Langkah kedua, hanya sensor H1 yang bernilai “high”, sehingga kontroler akan menginstruksikan agar lilitan A dan B harus dialiri arus. Lilitan A menghasilkan kutub selatan dan lilitan B tetap menghasilkan kutub utara. Kutub selatan lilitan A akan menolak kutub selatan pada magnet rotor. Sedangkan kutub utara lilitan B menolak kutub utara dari magnet rotor.

Gambar 10: Langkah Kerja Ketiga Motor BLDC (www.web-uvic.ca)

Gambar 10: Langkah Kerja Ketiga Motor BLDC (www.web-uvic.ca)

Langkah ketiga, sensor H1 dan H2 akan bernilai 1. Sehingga kontroler akan menginstruksikan agar lilitan A dan C dialiri arus. Lilitan A tetap menghasilkan kutub selatan dan lilitan C menghasilkan kutub utara. Kutub selatan lilitan A akan menolak kutub selatan dan menarik kutub utara pada magnet rotor. Sedangkan kutub utara lilitan C menarik kutub selatan dari magnet rotor.

Gambar 11: Langkah Kerja Keempat Motor BLDC (www.web-uvic.ca)

Gambar 11: Langkah Kerja Keempat Motor BLDC (www.web-uvic.ca)

Langkah keempat, hanya sensor H2 yang bernilai 1. Sehingga kontroler akan menginstruksikan agar lilitan B dan C dialiri arus. Lilitan B menghasilkan kutub selatan dan lilitan C tetap menghasilkan kutub utara. Kutub selatan lilitan B akan menolak kutub selatan pada magnet rotor. Sedangkan kutub utara lilitan C menarik kutub selatan dari magnet rotor.

Gambar 12: Langkah Kerja Kelima Motor BLDC (www.web-uvic.ca)

Gambar 12: Langkah Kerja Kelima Motor BLDC (www.web-uvic.ca)

Langkah kelima, sensor H2 dan H3 bernilai 1. Sehingga kontroler akan menginstruksikan agar lilitan A dan B dialiri arus. Lilitan A menghasilkan kutub utara dan lilitan B tetap menghasilkan kutub selatan. Kutub utara lilitan A akan menolak kutub utara dan menarik kutub selatan pada magnet rotor. Sedangkan kutub selatan lilitan B menolak kutub selatan dari magnet rotor.

Gambar 13: Langkah Kerja Keenam Motor BLDC (www.web-uvic.ca)

Gambar 13: Langkah Kerja Keenam Motor BLDC (www.web-uvic.ca)

Langkah keenam atau terakhir pada siklus komutasi, hanya sensor H3 yang bernilai 1. Sehingga kontroler akan menginstruksikan agar lilitan A dan C dialiri arus. Lilitan A tetap menghasilkan kutub utara dan lilitan C menghasilkan kutub selatan. Kutub utara lilitan A akan menarik kutub selatan dan menolak kutub utara pada magnet rotor. Sedangkan kutub selatan lilitan C menarik kutub utara dari magnet rotor.

Keenam proses di atas akan mengalami pengulangan hingga membentuk suatu siklus. Hal inilah yang menyebabkan motor terus berputar secara kontinyu selama sumber arus DC masih ada.

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...