Prinsip Kerja Mobil Hybrid

Mobil Hybrid Tipe Seri

Pada mobil hybrid tipe seri, mesin elektrik berfungsi sebagai penggerak dan listrik baterai menjadi sumber tenaga bagi fitur pendukung mobil, seperti: AC dan audio. Sedangkan mesin bensin tidak terkopel dengan transmisi dan hanya berfungsi untuk mengisi baterai. Oleh karena itu, mesin bensin tidak terlibat secara langsung dalam menggerakkan mobil. Ketika baterai terdeteksi dalam level rendah, maka mesin bensin akan dihidupkan dan mengisi baterai. Jadi, dapat dikatakan bahwa mobil hybrid tipe seri sama seperti mobil listrik namun terdapat portable charger yang dapat dibawa kemana-mana.

//

Gambar 6 – Bagan Mobil Hybrid Seri (www.ae.pwr.wroc.pl)

Gambar 6 – Bagan Mobil Hybrid Seri (www.ae.pwr.wroc.pl)

Cara kerja mobil hybrid seri dapat dijelaskan dalam beberapa tahap berikut ini:

1. Starting

Gambar 7 – Ilustrasi Starting Hybrid Seri (www.rentalmobilbali.net)

Gambar 7 – Ilustrasi Starting Hybrid Seri (www.rentalmobilbali.net)

Mobil hybrid jenis ini hanya menggunakan mesin bensin ketika baterai membutuhkan pengisian. Daya untuk menghidupkan peralatan elektronik pada mobil diambil dari baterai, seperti: audio, AC dan lampu. Mesin bensin akan menyala saat baterai perlu tambahan daya. Jadi, jika baterai dalam kondisi penuh, maka mesin bensin tidak akan menyala walaupun Anda sudah menghidupkan mobil.

2. Kecepatan Rendah (≤ 20 km/jam)

Gambar 8 – Ilustrasi Low Speed Hybrid Seri (www.rentalmobilbali.net)

Gambar 8 – Ilustrasi Low Speed Hybrid Seri (www.rentalmobilbali.net)

Tingkat kecepatan rendah biasanya dicapai saat akselerasi awal, macet atau saat parkir. Pada saat inilah, mobil akan digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik. Jika baterai terdeteksi pada keadaan rendah, maka mesin bensin akan dihidupkan secara otomatis, kemudian akan menggerakkan generator, sehingga proses pengisian baterai dimulai. Pada kondisi macet, mobil konvensional memiliki efisiensi yang rendah, sehingga boros bahan bakar. Berbeda dengan mobil hybrid tipe seri, mobil digerakkan penuh oleh motor listrik yang mempunyai efisiensi di atas 85%, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada kecepatan rendah, mobil hybrid lebih irit dari pada mobil konvensional.

3. Kecepatan Jelajah (Cruising)

Gambar 9 – Ilustrasi Cruising Speed Hybrid Seri (www.rentalmobilbali.net)

Gambar 9 – Ilustrasi Cruising Speed Hybrid Seri (www.rentalmobilbali.net)

Pada kecepatan jelajah, mesin konvensional akan digunakan untuk memutar generator. Energi listrik yang dihasilkan oleh generator akan dibagi menjadi dua, yaitu: pertama untuk mengisi baterai dan yang kedua untuk memberi daya listrik langsung pada motor. hal ini dimaksudkan agar torsi motor meningkat karena sumber dayanya berasal dari baterai dan generator.

4. Akselerasi

Gambar 10 – Ilustrasi Accelerating Speed Hybrid Seri (www.rentalmobilbali.net)

Gambar 10 – Ilustrasi Accelerating Speed Hybrid Seri (www.rentalmobilbali.net)

Untuk mencapai tingkat akselerasi yang tinggi, misalnya pada saat menyalip, mesin elektrik membutuhkan daya yang lebih besar. Oleh karena itu, kontroler akan memerintahkan generator untuk menghentikan proses pengisian baterai. Energi listrik yang dihasilkan generator akan dikonsentrasikan secara penuh untuk memberi daya pada mesin elektrik. Selain itu, motor juga mendapat daya tambahan dari baterai. Oleh karena itu, torsi motor listrik menjadi sangat tinggi, sehingga tingkat akselerasi yang dibutuhkan pengemudi dapat terpenuhi.

5. Pengereman (Deselerasi)

Gambar 11 – Ilustrasi Decelerating Speed Hybrid Seri (www.rentalmobilbali.net)

Gambar 11 – Ilustrasi Decelerating Speed Hybrid Seri (www.rentalmobilbali.net)

Kecepatan saat mengerem pada mobil hybrid tipe seri sama dengan sistem pengereman pada mobil hybrid tipe paralel, yaitu: menggunakan regenerative braking system. Tenaga gerak dari roda akan dimanfaatkan untuk memutar generator, sehingga menghasilkan energi listrik yang digunakan untuk mengisi baterai. Pembebanan generator pada roda inilah yang akan membuat kecepatan mobil berkurang sesuai kebutuhan pengemudi.

6. Idling (Mobil Berhenti Sementara)

Sama seperti pada mobil hybrid paralel, saat mobil berhenti, mesin konvensional akan dimatikan. Energi untuk AC, audio dan peralatan elektronik lainnya pada mobil mengambil daya dari baterai.

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...