Prinsip Kerja Mobil Hybrid

Mobil Hybrid Tipe Paralel

Mobil hybrid tipe paralel merupakan jenis paling umum yang digunakan saat ini. Pada mobil hybrid paralel, baik mesin bensin maupun mesin elektrik berfungsi sebagai penggerak mobil. Kontroler pada transmisi menentukan kapan waktu menggunakan motor listrik dan kapan melakukan re-switch ke mode mesin bensin.

//

Gambar 1 – Bagain Mobil Hybrid Paralel (www.ae.pwr.wroc.pl)

Gambar 1 – Bagain Mobil Hybrid Paralel (www.ae.pwr.wroc.pl)

Cara kerja mobil hybrid paralel dapat dijelaskan dalam beberapa tahap sebagai berikut:

1. Starting

Gambar 2 – Ilustrasi Starting Hybrid Paralel (www.rentalmobilbali.net)

Gambar 2 – Ilustrasi Starting Hybrid Paralel (www.rentalmobilbali.net)

Pada saat menghidupkan mobil, hal pertama yang biasanya kita lakukan adalah memanaskan mesin. Hal ini perlu dilakukan untuk tujuan kinerja piston yang lebih baik serta untuk melancarkan sirkulasi pelumasan. Ketika sensor mendeteksi temperatur mesin sudah cukup dan level baterai terdeteksi dalam keadaan rendah, maka kontroler akan menghubungkan kopling, sehingga sebagian energi dari mesin bensin akan dihubungkan ke generator dan memulai proses pengisian.

2. Kecepatan Jelajah (Cruising)

Gambar 3 – Ilustrasi Cruising Speed Hybrid Paralel (www.rentalmobilbali.net)

Gambar 3 – Ilustrasi Cruising Speed Hybrid Paralel (www.rentalmobilbali.net)

Kecepatan jelajah pada umumnya berkisar 60 sampai 80 km/jam. Pada kecepatan ini, mesin bensin akan sepenuhnya mengambil alih tenaga penggerak mobil, sehingga sama seperti mobil konvensional pada umumnya. Selama proses ini bekerja, mesin elektrik dan komponen-komponen pendukungnya dalam keadaan tidak aktif.

Jika level baterai masih terdeteksi rendah pada kecepatan jelajah, energi yang dihasilkan mesin bensin sebagian akan diubah oleh generator untuk mengisi daya baterai.

3. Akselerasi

Gambar 4 – Ilustrasi Accelerating Speed Hybrid Paralel (www.rentalmobilbali.net)

Gambar 4 – Ilustrasi Accelerating Speed Hybrid Paralel (www.rentalmobilbali.net)

Untuk menyalip kendaraan lain, Anda akan memerlukan tenaga akselerasi yang tinggi. Untuk mencapai energi akselerasi dengan cepat, maka tenaga dari mesin bensin dan tenaga dari mesin elektrik dapat digunakan secara bersamaan dan simultan. Kedua tenaga penggerak ini digunakan sesuai dengan kebutuhan pengemudi. Ketika pengemudi menginjak pedal gas dengan kecepatan tinggi secara tiba-tiba, kontroler akan mendeteksi bahwa pengemudi menginginkan akselerasi yang besar. Oleh karena itu, kontroler transmisi akan meng-kopel mesin elektrik dan mesin bensin bersama-sama, sehingga torsi yang dibutuhkan untuk mecapai tingkat akselerasi tersebut dapat dipenuhi.

4. Pengereman (Deselerasi)

Gambar 5 – Ilustrasi Decelerating Speed Hybrid Paralel (www.rentalmobilbali.net)

Gambar 5 – Ilustrasi Decelerating Speed Hybrid Paralel (www.rentalmobilbali.net)

Saat pengereman, tenaga gerak mobil akan terbuang sia-sia melalui kampas rem. Sedangkan pada mobil Hybrid, putaran roda saat pengereman dapat dimanfaatkan sebagai penggerak generator, lalu dikonversi menjadi tenaga listrik yang disimpan dalam baterai. Saat pengemudi menekan pedal rem, kontroler akan mengubah motor menjadi generator. Dalam kondisi ini, kopling otomatis berada dalam kondisi bebas sehingga perputaran mesin bensin tidak mengalami gangguan atau hambatan. Energi kinetik yang diambil generator akan diubah menjadi energi listrik, dan selanjutnya akan disimpan dalam baterai sehingga mobil Hybrid tidak memerlukan pengisian ulang baterai dengan pencolokan ke outlet listrik (Listrik PLN).

5. Idling (Mobil Berhenti Sementara)

Saat mobil berhenti, seperti: pada lampu merah, mesin konvensional akan dimatikan. Energi untuk AC (Air Conditioner), audio dan peralatan elektronik yang lain pada mobil akan diambil dari baterai.

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...