Prinsip Kerja Ethernet

prinsip kerja EthernetDalam dunia bisnis saat ini, akses informasi yang reliable dan efisien adalah aset paling penting dalam upaya mencapai keunggulan bisnis yang kompetitif. Dengan teknologi jaringan informasi yang efisien, kita bisa berbagi informasi dengan rekan kerja kita yang terpisah ribuan kilometer secara instan. Teknologi jaringan memungkinkan satu komputer  dengan komputer yang lain saling mengirim dan menerima informasi satu sama lain. Kita mungkin tidak selalu menyadari bahwa kita sudah berkali-kali mengakses informasi pada jaringan komputer. Tentunya internet dengan jaringan komputer global yang dikenal sebagai “World Wide Web (WWW)” adalah contoh yang paling mencolok dari suatu jaringan komputer yang menghubungkan jutaan komputer di seluruh dunia, tetapi jaringan yang lebih kecil seperti Ethernet juga memainkan peran yang tak kalah penting dalam akses informasi pada kehidupan sehari-hari kita.

Pada artikel ini, kita akan melihat lebih dekat tentang sistem jaringan informasi, khususnya stAndar jaringan Ethernet, sehingga kita dapat memahami suatu mekanisme yang menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya atau sistem komunikasi PLC dengan komputer.

prinsip kerja EthernetEthernet adalah keluarga teknologi jejaring komputer untuk jaringan wilayah setempat (LAN) yang biasanya menghubungkan banyak perangkat yang relatif dekat satu sama lain, contoh nya : sistem jaringan pada gedung yang sama. Sejarah Ethernet ini bermula dari sebuah pengembangan WAN di University of Hawaii pada akhir tahun 1960 yang dikenal dengan nama “ALOHA”. Universitas tersebut memiliki daerah kampus yang luas sehingga berkeinginan untuk menghubungkan komputer-komputer yang tersebar di seluruh kampus menjadi sebuah jaringan komputer kampus. Dan pada tahun 1975, Xerox Corporation mendesign Ethernet yang bisa menghubungkan 100 komputer dengan kecepatan 2,94 megabit per sekon melalui kabel yang cukup panjang, yaitu satu kilometer. Itulah kelebihan sistem komunikasi Ethernet yang bisa mengirim data dengan sangat cepat jika dibandingkan dengan sistem komunikasi serial. Dengan kemampuan transmisi data secepat itu, maka Ethernet mampu mentransmisikan data yang cukup besar seperti video ataupun suara.

Ethernet mentransmisikan data melalui kabel jaringan yang akan membagi aliran data menjadi potongan-potongan pendek yang disebut dengan “Ethernet Frame”. Setiap Frame berisi alamat sumber & tujuan data, protokol jaringan dan juga pemeriksaan data (error-checking data) yang berfungsi ketika ada data yang rusak akan bisa dilacak dan dihantarkan kembali. Spesifikasi Ethernet mendefinisikan fungsi-fungsi yang terjadi pada jaringan lapisan fisik dan lapisan data-data dalam model referensi jaringan tujuh lapis OSI. Dalam mentransmisikan sinyal, Ethernet menggunakan metode transmisi Baseband yang mentransmisikan sinyal secara serial 1 bit pada satu waktu. Ethernet yang hanya mempunyai kemampuan transmisi sinyal 10 Mbit/sekon akan beroperasi  dalam modus haf-duplex yang berarti setiap station hanya dapat menerima ata mengirim data saja dan tidak dapat melakukan kedua aktivitas tersebut secara bersamaan (full-duplex). Sedangkan untuk full-duplex, Ethernet nya adalah Fast Ethernet dan Gigabit Ethernet karena mempunyai kemampuan transmisi sinyal sebesar 100 Mbit/sekon dan 1000 Mbit/sekon.

Ethernet menggunakan metode control akses media “Carrier Sense Multiple Access with Collission Detection” untuk menentukan station mana yang dapat mentransmisikan data pada waktu tertentu melalui media yang digunakan. Dalam jaringan teknologi Ethernet, setiap komputer akan “mendengar” terlebih dahulu sebelum “berbicara”, artinya mereka akan melihat kondisi jaringan dulu, apakah ada komputer yang sedang mentransmisikan data atau tidak. Jika tidak ada komputer yang sedang mentransmisikan data maka setiap komputer yang mau mengirimkan data bisa mencoba untuk mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan sinyal. Kesimpulannya bahwa teknologi Ethernet ini menggunakan prinsip “First-Come, First-Out”

Jika dua station ingin mentransmisikan data secara bersamaan, maka kemungkinan akan terjadi collision (kolisi/tabrakan) yang akan mengakibatkan dua station tersebut berhenti untuk mentransmisikan data. Semakin banyak station dalam sebuah jaringan Ethernet maka kemungkinan jumlah kolisi juga akan semakin besar dan akan membuat kinerja Ethernet menurun dalam mentransmisikan data.  Berikut ini adalah animasi kolisi yang terjadi pada komputer 2 dan 5 yang mentransmisikan data pada waktu yang sama:

prinsip kerja Ethernet

Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah memasang “Switch Ethernet” untuk melakukan segmentasi terhadap jaringan Ethernet ke dalam beberapa collision domain.

prinsip kerja ethernet 2

Jika artikel ini bermanfaat buat Anda, mohon untuk di Share because “Sharing is Caring”

Referensi:

  1. www.datacottage.com,
  2. id.wikipedia.org

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...