Prinsip Kerja Engine Control Unit (ECU)

Gambar 1 - Engine Control Unit (ECU) system (armech.com)

Gambar 1 – Engine Control Unit (ECU) system (armech.com)

Techonolgy always grows, itulah kalimat yang melekat dalam dunia digital tak terkecuali dalam dunia otomotif. Sejak tahun 2009, teknologi injeksi telah menjadi perbincangan hangat dalam dunia otomotif roda dua. Tetapi masih banyak orang yang belum memahami apa sebenarnya teknologi injeksi itu dan apa fungsi dari Engine Control Unit (ECU) pada teknologi injeksi tersebut. Sebelum adanya ECU, campuran udara – bahan bakar, waktu pengapian dan kecepatan idle di-control dengan cara mekanis dan pneumatik. Pada artikel ini, kita akan mempelajari bagaimana prinsip kerja dari ECU sehingga bisa menjadi komponen penting dalam teknologi injeksi.

Engine Control Unit (ECU) adalah alat control elektronik yang berfungsi untuk mengendalikan serangkaian actuator pada mesin pembakaran dalam, seperti: ignition dan injection. Secara singkat, ECU merupakan otak dari suatu kendaraan yang telah di-computerize. Selain sebagai fungsi control, ECU juga berfungsi sebagai alat protection system pada suatu kendaraan. Jika terdapat sesuatu yang hal yang aneh, maka sensor akan mengirimkan sinyal kepada ECU untuk mematikan seluruh sistem yang ada pada kendaraan tersebut.

ECU ini biasa juga disebut dengan istilah ECM (Engine Control Module). Dalam meningkatkan kinerja mesin, ECU merupakan pilihan yang efisien karena hanya dengan memainkan variasi dari waktu timing dan campuran udara-bahan bakar akan menghasilkan daya yang optimal dari suatu mesin.

Prinsip Kerja Engine Control Unit (ECU)

Gambar 2 - Blok Diagram Prinsip Kerja ECU

Gambar 2 – Blok Diagram Prinsip Kerja ECU

Gambar di atas merupakan prinsip kerja sederhana dari kendaraan motor roda dua. Prinsip kerja dari ECU ini sama dengan Prinsip Kerja PLC, yaitu:

  1. Sensor

Sensor merupakan input dari sistem ECU dimana akan berfungsi sebagai pemberi sinyal. Sinyal sensor terdapat dua jenis, yaitu: sinyal discrete dan sinyal analog. Discrete signal berupa skala biner dimana hanya ada ON atau OFF (1 atau 0, Benar atau salah), contoh nya : push button. Sedangkan sinyal analog menggunakan prinsip rentang suatu nilai antara “ nol hingga skala penuh ”. Contohnya: MAP (Manifold Air Pressure) dan TPS (Throttle Position sensor).  Signal analog bisa berupa tegangan atau arus listrik yang akan diproporsionalkan oleh nilai integer mikrokontroler ECU, contohnya : pembacaan Throttle “ 0 % hingga 100 % “ akan dikeluarkan sensor TPS dengan nilai tegangan “ 0 V – 5 V “ dimana nilai ini akan dikonversikan menjadi nilai integer “ 0 – 32767 ”.

  1. ECU (Engine Control Unit)

ECU memiliki tiga bagian utama, yaitu: mikrokontroler, memory sistem dan power supply sistem. Semua aktivitas memproses data yang diambil dari sensor akan terjadi pada mikrokontroler ECU secara aritmatik dan logic, yaitu: operasi logika, sequential, timer, counter dan ADC serta mengendalikan kerja sistem secara keseluruhan.

Mikrokontroler ECU akan menghitung sinyal yang masuk dari pulser (Crankshaft position sensor) secara timer dan counter sehingga dapat menentukan kapan waktu pengapian yang tepat dan jumlah bahan bakar yang  harus di-injeksi kan ke dalam mesin sesuai dengan RPM kendaraan.

  1. Actuator

Gambar 3 - injector vs busi (autorepair.about.com)

Gambar 3 – injector vs busi (autorepair.about.com)

Hasil data yang diproses oleh ECU akan dikeluarkan berupa sinyal digital untuk menjalankan actuator. Lamanya waktu Injector untuk menginjeksikan bahan bakar akan sesuai dengan perhitungan di dalam mikrokontroler ECU. Begitu juga dengan waktu pengapian.

  1. COM

COM berfungsi sebagai media komunikasi ECU dengan alat interface lain, contohnya: Laptop, Komputer atau handphone. Dari media COM inilah kita bisa melakukan perubahan nilai dari parameter-parameter waktu pengapian dan injeksi.

Jika artikel ini bermanfaat buat Anda, mohon untuk di Share because “Sharing is Caring”

Referensi : en.wikipedia.org

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...