Cara Kerja Motor Starter

Kata motor starter sebenarnya sudah terbiasa kita dengar di kehidupan sehari-hari. Pada saat pertama kali kita menghidupkan mobil ataupun sepeda motor, kita sering mendengar atau mengucapkan motor starter. Pada kesempatan ini, kita akan membahas motor starter yang biasa digunakan di dunia Industri. Pada dasarnya, motor starter yang digunakan di dunia industri itu sama dengan motor starter yang biasa kita gunakan untuk menghidupkan mobil atau sepeda motor hanya saja contactor nya sering kita sebut dengan bendik dan overload sistem nya hanya menggunakan fuse (sekering).

Sebenarnya motor starter ini mirip dengan normal circuit breaker ataupun MCCB pada umumnya yang berfungsi sebagai penyambung dan pemutus arus listrik, hanya saja karena arus listrik yang dibutuhkan pada saat start up (memulai) sangat besar dan secara tiba tiba maka akan lebih baik dikendalikan oleh switch sistem khusus untuk motor agar tidak menyebabkan penurunan tegangan dan efek negative yang tidak diinginkan lainnya.

Apa itu Motor Starter?

Motor starter merupakan alat kontrol yang digunakan untuk membatasi arus pada motor listrik saat pertama kali dinyalakan (start up). Motor starter ini berfungsi untuk menghindari penurunan tegangan dan efek negatif lainnya pada saat start up karena arus listrik yang dibutuhkan untuk menghidupkan motor listrik pada saat start up sangat besar dan lebih jika dibandingkan pada saat motor sudah beroperasi normal. Selain sebagai alat kontrol, Motor starter ini juga berfungsi sebagai alat proteksi ketika terjadinya kelebihan beban/arus (overload) yang dioperasikan secara elektromagnetik dan thermal. Sederhananya, motor starter ini adalah contactor yang dilengkapi dengan overload system dimana contactor berfungsi sebagai pemutus dan penyambung arus listrik ke motor listrik.

https://www.springercontrols.com/news/magnetic-motor-starters-basics/

Source : www.springercontrols.com

 

Cara Kerja Motor Starter

cara kerja motor starter1

Pada diagram di atas, kita pisah dua komponen utama motor starter yaitu contactor dan overload protection. Berikut ini adalah cara kerja dari masing-masing komponen tersebut:

  • Contactor

Contactor merupakan sakelar listrik yang berfungsi meng-switch arus listrik layak nya relay hanya saja contactor ini memiliki kapasitas yang lebih besar dalam meng-switch arus listrik dari pada relay. Contactor bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik dimana di dalamnya terdapat lilitan (coil) yang akan menjadi magnet bila dialirkan arus listrik, magnet tersebut akan menarik kontak logam yang berada di sekitarnya. Contactor terdiri dari dua kontak, yang pertama adalah kontak utama sebagai jalur arus listrik utama yang menuju motor listrik. Dan yang kedua adalah kontak signal sebagai pengendali yang mengatur seberapa besar jalur utama dibuka. Berikut ilustrasinya:

cara kerja contactor

Pada gambar di sebelah kiri terlihat bahwa ketika kontak signal belum dialirkan arus listrik maka kondisi contactor masih dalam kondisi open circuit. Jika kontak signal dialirkan arus listrik maka coil di dalam contactor akan terinduksi menjadi elektromagnet sehingga menarik bidang kontak dan contactor pun menjadi closed circuit yang menyebabkan arus listrik mengalir ke motor listrik.

  • Overload Thermal Protection

https://www.springercontrols.com/news/magnetic-motor-starters-basics/

Source : www.springercontrols.com

Overload thermal protection dirancang untuk melindungi motor ketika terjadi kelebihan panas berlebih pada saat startup motor. Mekanisme ini menggunakan dua unit metal yang berbeda yang saling menempel satu sama lain dimana masing-masing logam memiliki koefisien ekspansi thermal yang berbeda. Saat kedua metal ini memanas, salah satu logam akan meluas lebih cepat yang menyebabkan rakitan logam tersebut melengkung. Ketika kondisi cukup panas, kelengkungan bimetal (kedua metal) ini akan menyebabkan sistem menjadi open circuit sehingga arus listrik terputus. Dan jika bimetal ini kembali mendingin maka bimetal ini akan lurus kembali yang membuat sistem kembali menjadi closed circuit.

Jenis jenis Motor Starter

  • Direct Online (DOL) Motor Starter

http://www.electricalmastar.com/difference-between-dol-star-delta-vfd-and-soft-starter/

Source : www.electricalmastar.com

DOL Motor Starter merupakan jenis motor starter yang paling murah dan paling sederhana dimana menghidupkan motor bisa dalam satu operasi yang terkoneksi langsung dari sumber listrik. DOL ini biasanya hanya digunakan untuk beban yang kecil seperti pompa air dan compressor yang mempunyai daya kecil. Hal yang perlu dipertimbangkan jika menggunakan motor starter ini adalah pembatasan pasokan daya pada saat startup. Kelebihan dari DOL ini adalah mudah untuk troubleshoot, mudah dioperasikan dan mudah dimengerti.

  • Star-Delta Motor Starter

Starter-delta motor starter biasa digunakan pada aplikasi motor starting tanpa beban seperti pada motor listrik yang dilengkapi gearbox atau kopling. Star Delta motor starter memiliki mekanisme dua konfigurasi yaitu Star dan Delta. Pada saat pertama kali motor dinyalakan (start up), konfigurasi Star akan terlebih dahulu aktif agar motor bisa mengumpulkan kecepatan tanpa membutuhkan arus berlebih. Ketika motor sudah mencapai kecepatan yang telah dibutuhkan maka konfigurasi delta akan aktif. Dengan mekanisme konfigurasi seperti ini, Motor Starter Star Delta bisa menghemat kebutuhan arus hingga 30%.

  • Soft Starter Motor Starter

Soft Starter motor starter merupakan jenis motor starter yang mengatur arus listrik ke motor pada saat start up dengan mengatur tegangan secara perlahan. Soft starter biasanya lebih mahal daripada DOL atau Star Delta, tetapi mereka banyak digunakan karena mudah digunakan.

  • Variable Speed Drive (VSD) Motor Starter

Bukan hanya pada Start up, VSD ini merupakan motor starter yang mengatur dan mengendalikan arus yang mengalir ke motor pada saat berhenti dan beroperasi. VSD sangat fleksibel dan sering digunakan pada aplikasi yang membutuhkan tekanan atau aliran yang konstan dan stabil. VSD ini beroperasi dengan mengendalikan frekuensi daya yang diberikan ke motor sehingga bisa menghemat daya dengan signifikan karena daya yang diberikan ke motor pada saat start up, operasi dan berhenti sesuai dengan kebutuhan motor. Kekurangan dari jenis motor starter VSD ini adalah biaya nya yang cukup mahal

Cara Memilih Motor Starter & Motor Starter Configurator

Motor listrik merupakan mesin/alat yang sudah digunakan dan dikembangkan sejak lama pada kebutuhan dan proses yang cukup luas dan berbeda, begitu juga dengan motor starter. Tentunya akan sangat disayangkan jika kita memilih jenis motor starter yang tidak sesuai kebutuhan operasi seperti halnya over-design yang menyebabkan kita mengeluarkan uang berlebih. Selain itu yang tak kalah penting juga adalah kapasitas dari motor starter tersebut, jika kita salah dalam memilih kapasitas motor starter dimana kapasitas overload protection nya sangat tinggi  dan di luar range dari kebutuhan operasi kita maka potensi untuk terjadinya short circuit (korslet) akan menjadi sangat tinggi yang bisa menyebabkan Anda mengalami kerugian biaya dan waktu. Maka dari itu berikut ini adalah fitur untuk Anda yaitu motor starter konfigurator yang bisa Anda gunakan sebelum membeli Motor starter dengan poin-poin esensial sebagai berikut:

  1. Jenis Motor Starter
  2. Tegangan Motor
  3. Tegangan Control (Tegangan Coil)
  4. Motor Horsepower
  5. Frekuensi Listrik
  6. 3 Fase atau 1 Fase?

Jika artikel ini bermanfaat buat Anda, mohon untuk di Share because “Sharing is Caring”

Referensi:

  1. www.schneider-electric.com
  2. www.springercontrols.com
  3. www.metroid.net.au
  4. trcsupport.eaton.com

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...