Cara Kerja MCCB (Molded Case Circuit Breaker)

Komponen Utama MCCB

  • Frame

Frame merupakan kerangka atau bingkai pada MCCB yang berfungsi untuk menutupi, melindungi dan mengisolasi komponen lain sehingga air atau udara tidak bisa masuk sehingga tidak menyebabkan korslet atau korosi.

http://electricalacademia.com/electric-power/molded-case-circuit-breaker-mccb-working-principle/

Source://electricalacademia.com/

  • Load Contact

Load contact merupakan bagian terakhir dari MCCB yang ketika arus listrik terputus ataupun tersambung. Load contact berfungsi meredam percikan bunga api yang dihasilkan ketika arus tersambung ataupun terputus. Material yang digunakan pada load contact ini biasa nya adalah perak.

  • Arc chutes

Arc Chute berfungsi untuk menyerap energi sisa atau arus listrik yang dihasilkan saat pemutusan arus listrik sehingga bisa membatasi tegangan atau stress yang timbul. Selain itu, arc chute juga berfungsi meredam atau memadamkan arc (percikan busur api) yang muncul pada saat korslet (short circuit)

http://electricalacademia.com/electric-power/molded-case-circuit-breaker-mccb-working-principle/

Source://electricalacademia.com/

  • Over Current Protective Devices (OCPD)

OCPD berfungsi sebagai alat proteksi ketika terjadi short circuit (korslet). Berikut ini adalah gambaran dari fungsi OCPD

Kondisi operasi normal:

https://iaeimagazine.org/magazine/2007/03/16/overcurrent-protection-part-1/

Source://iaeimagazine.org/

Kondisi Kelebihan Arus (overcurrent):

Tingkat perubahan arus yang tinggi menyebabkan trip bar tertarik ke arah elemen magnetik. Jika over current yang cukup tinggi, maka arus listrik tersebut akan menginduksikan medan magnet koil solenoid sehingga magnetic element bergerak ke kiri dimana besi yang berada di samping nya yang menyebabkan trip bar membuka kunci (latch) sehingga load contact terpisah dan arus pun terputus secara cepat. Atau mekanisme ini juga bisa terjadi ketika kelebihan temperature (thermal) yang menyebabkan bimetal element ekspansi sehingga load contact terpisah.

https://iaeimagazine.org/magazine/2007/03/16/overcurrent-protection-part-1/

Source://iaeimagazine.org/

Kondisi Trip:

ketika load contact terpisah secara utuh maka tidak ada lagi arus yang mengalir sehingga peralatan listrik seperti lampu ataupun motor terlindungi.

Source://iaeimagazine.org/

Source://iaeimagazine.org/

  • Terminal Connections

Terminal connection berfungsi menghubungkan MCCB dengan kabel ataupun kawat dari inputan atau sumber listrik. Permasalahan yang sering terjadi di terminal connection ini biasanya kabel atau kawat tersebut memiliki kecendrungan untuk melonggarkan diri dengan sendirinya dari waktu ke waktu karena siklus panas yang terjadi.

Aplikasi MCCB

Karena MCCB ini melindungi arus tinggi, MCCB biasa digunakan pada aplikasi operasi yang berat juga, seperti:

  1. Main Electric Feeder
  2. Capacitor Bank
  3. Generator
  4. Welding Aplication
  5. Motor Listrik

Selain aplikasi di atas, ada juga beberapa MCB yang diaplikasikan pada arus rendah dengan kebutuhan set point trip yang adjustable.

MCCB Sizing (Design MCCB)

Dalam men-design MCCB, Anda harus men-design sesuai dengan arus operasi yang diharapkan dari aplikasi dan juga mempertimbangkan kemungkinan arus gangguan. Aspek utama yang perlu dipertimbangkan ketika MCCB Sizing adalah sebagai berikut:

  1. Tegangan operasional dari circuit breaker harus lebih besar atau minimum sama dengan tegangan sistem.
  2. Arus pada circuit breaker harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang mengalir di kabel dan harus lebih kecil dari arus yang diijinkan yang mengalir di kabel. Karena jika lebih besar, maka kabel akan terbakar lebih dulu ketika ada arus berlebih dimana MCCB akan terlambat untuk memutus arus listrik.
  3. Kemampuan MCCB untuk memutus arus listrik harus lebih tinggi dari pada arus gangguan yang dihasilkan oleh sistem.

Pengujian MCCB

Ada tiga pengujian utama yang harus dilakukan untuk mengetahui kehandalan MCCB:

  1. Insulation Resistance

Pengujian ini dilakukan dengan pemutusan arus pada MCCB dan pengujian isolasi antar fase. Jika resistansi isolasi turun di bawah dari nilai yang direkomendasikan oleh manufacturer maka MCCB tidak akan dapat memberikan perlindungan yang baik.

  1. Contact Resistance

Pengujian ini dilakukan untuk mengukur hambatan/ketahanan terhadap arus listrik ketika dua konduktor saling bersentuhan (kontak). Contohnya: koneksi kabel atau bagian bagian bus bar. Pengujian ini bertujuan untuk memverifikasi bahwa sambungan listrik dibuat dengan benar dan dapat mendeteksi masalah seperti: koneksi longgar, permukaan kontak yang terkikis atau kontak yang terkontaminasi/korosi. Pengujian ini perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan bahwa MCCB tersebut sehat dan berfungsi. Bagian kontak (koneksi) yang tidak dirawat atau rusak dapat menyebabkan percikan api bahkan kebakaran.

  1. Tripping

Pengujian ini dilakukan secara simulasi pada kondisi arus berlebih (overcurrent) dan panas berlebih (thermal) dengan mengamati respon dari MCCB. Jika MCCB tidak bisa memutus arus listrik pada kondisi over current atau panas berlebih maka MCCB itu tidak bisa digunakan sebagai alat proteksi.

Berikut ini adalah salah satu contoh product MCCB dari Scheneider Electric yaitu MCCB ComPact  NSXm dengan keunggulan easy operability & maintenance, remote monitoring & measurement, user friendly & suitable many applications:

Jika artikel ini bermanfaat buat Anda, mohon untuk di Share because “Sharing is Caring”

Referensi:

  1. www.schneider-electric.com
  2. electrical-engineering-portal.com
  3. www.linkedin.com
  4. iaeimagazine.org
  5. electricalacademia.com

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...