Cara Kerja Industry 4.0

Manfaat Industry 4.0

Perubahan yang diciptakan Industry 4.0 atau smart factory sangat begitu besar. Manfaat dan kekuatan teknologi ini dirasakan di seluruh dunia industry dan mengubah rantai nilai dan metode produksi secara mendasar. Menurut Capgemini’s Digital Transformation Institute,  semua Industry 4.0 akan menambahkan nilai peredaran uang USD 1.5 triliun dalam 5 tahun kedepan di seluruh sector industry dan mungkin beberapa industry hampir menggandakan laba dan margin operasinya. Hal ini disebabkan karena Industry 4.0 mampu memproduksi produk lebih baik dan lebih banyak serta mampu menurunkan biaya operasi dan produksi.

Pengoptimalan produksi adalah manfaat utama dari smart factory Industry 4.0 yang memiliki ribuan Smart Device sehingga mampu mengoptimalkan produksi dengan sendirinya. Pada industry Eropa, Produk dan layanan digital seperti ini telah memicu pendapatan tambahan sekitar €110 billion setiap tahunnya.

Menciptakan pasar yang flexible yang berorientasi pada kebutuhan customer merupakan salah satu manfaat yang lainnya. Hal ini akan menghacurkan celah antara produsen dan customer sehingga komunikasi akan berjalan secara langsung tanpa ada pihak ketiga/makelar.

Peran manusia

Pada penjelasan di awal sudah jelas bahwa visi dari industry 4.0 ini adalah bisa menjalankan operasi dan sistem produksi dari suatu perusahaan tanpa sentuhan tangan manusia. Tentu saja, ini tidak sepenuhnya benar karena tetaplah sulit jika manusia tidak diijinkan untuk campur tangan. Teknologi ini akan lebih banyak membantu apa yang menjadi kekurangan manusia dan bukan menggantikan peran manusia. Semua karyawan juga mendapatkan manfaat dari teknologi industry 4.0 ini karena mereka memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada tugas-tugas strategis yang mendukung pertumbuhan perusahaan, meningkatkan produktivitas dan pengambilan keputusan yang lebih baik berdasarkan analis data yang real-time. Contohnya: Siapa yang akan membuat formula awal Bahasa pemrograman dari seluruh proses produksi dan sistem operasi?. Jelas pekerjaan ini akan di-handle oleh Manusia. Selain itu, masih ada pekerjaan troubleshooting ataupun maintenance yang harus dikerjakan oleh manusia. Manusia atau Karyawan akan tetap menjadi pembuat keputusan, pemecah masalah dan inovator

Industry 4.0 di Indonesia

Salah satu perusahaan di Indonesia yang sedang mengembangkan Industry 4.0 adalah PT. Schneider Electric Indonesia. Schneider Electric adalah perusahaan global dalam transformasi digital di bidang pengelolaan energi dan otomasi yang menjadi mitra pertama yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai proyek percontohan Smart Factory di Batam (Indonesia) dengan mendapatkan penghargaan “A National Lighthouse for Indonesia”.

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla kepada Xavier Denoly selaku Country President Schneider Electric Indonesia yang disaksikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto di acara Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) yang diselenggarakan oleh Kemenperin pada 15-16 April 2019, di ICE BSD, Tangerang.

Di acara tersebut, Schneider Electric juga memperlihatkan bagaimana dengan digitalisasi, seluruh aktivitas operasional di pabriknya dapat dikendalikan secara online dan real-time kapanpun dan dimanapun manajer pabrik berada melalui teknologi virtual augmented reality.

Selain itu, Smart Factory ini merupakan bagian dari strategi transformasi digital Schneider Electric secara global yang menggabungkan konsep machine learning, Artificial intelligence dan analisa prediktif berbasis digital.  Proyek percontohan Smart Factory Batam akan memberikan gambaran nyata bagaimana integrasi big data, cloud dan teknologi IoT memungkinkan kegiatan operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Semua karyawan juga mendapatkan manfaat dari digitalisasi ini karena mereka memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada tugas-tugas strategis yang mendukung pertumbuhan perusahaan, meningkatkan produktivitas dan pengambilan keputusan yang lebih baik berdasarkan analis data yang real-time. Pengembalian investasi dari penerapan smart factory ini bervariasi dari kurang dari 6 bulan hingga 2 tahun, sebagai contoh pengembalian investasi dari penerapan EcoStruxure yang merupakan salah satu produk elektromekanis yaitu kurang dari 6 bulan. Hal ini disebabkan 46% pengurangan material yang terbuang dan penurunan waktu perawatan hingga 17% dengan waktu implementasi kurang dari sebulan.

source: PT Schneider Electric

source: PT Schneider Electric

Selain PT Scheneider Electric, masih ada beberapa perusahaan yang sedang mengembangkan prinsip Industry 4.0 yaitu: Pan Brothers, Panasonic, Daihatsu, Toyota, Mayora dan Mattel

Bagaimana?menarik bukan bekerja dan berkarir di Industry 4.0? Who knows suatu hari Anda bisa menciptakan robot assistant seperti Jarvis. :)

 

Jika artikel ini bermanfaat buat Anda, mohon untuk di-Share because “Sharing is Caring”

Referensi:

  1. www.sanayidegelecek.com
  2. www.toolsforsmartminds.com
  3. josay.org
  4. www.paysa.com
  5. www.cleverism.com
  6. en.wikipedia.org
  7. justcreative.com
  8. iotworm.com
  9. computer.howstuffworks.com
  10. www.link-labs.com
  11. ekonomi.bisnis.com
  12. blog.schneider-electric.com

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...