Apa Itu Natural Gas?

tahukah Anda tentang natural gas 3Natural gas atau gas alam adalah komponen penting dalam pasokan energi dunia. Energi ini adalah salah satu energi yang paling bersih, paling aman, dan paling berguna dari semua sumber energi. Namun, ada banyak kesalahpahaman tentang natural gas. Sebenarnya, jika dibandingkan dengan bahan bakar fossil lainnya maka natural gas sangat lah berbeda dengan mereka. Ada banyak karakter tersendiri yang membuat natural gas menjadi sangat unik. Berikut ini adalah sedikit informasi latar belakang tentang gas alam, apa tepatnya dan bagaimana itu terbentuk.

Apa itu Natural Gas?

tahukah Anda tentang natural gasNatural gas atau gas alam, jika dilihat pada bentuk murni nya, mungkin akan dianggap bahan bakar yang kurang menarik karena tidak berwarna, tidak berbentuk, dan tidak berbau. Jika dilihat dari fungsinya maka natural gas ini cukup menarik karena sifat nya yang mudah terbakar dan jumlahnya sangat berlimpah di negara kita ini Indonesia. Selain itu, natural gas ini juga memiliki proses pembakaran yang lebih sempurna dan gas emisi yang lebih bersih jika dibandingkan dengan batu bara ataupun minyak. Pada tahun-tahun ke depan, kita akan membutuhkan pasokan energi yang terus meningkat karena jumlah populasi dunia yang semakin meningkat juga. That’s why, natural gas ini akan menjadi salah satu solusi di masa yang akan datang.

Natural gas adalah campuran gas hydrocarbon yang mudah terbakar. Natural gas ini terbentuk dari metana sebagai komposisi utama, tetapi juga mencakup etana, propana, butana dan pentana. Komposisi natural gas sangat bervariasi, tetapi yang paling umum pada seratus persen natural gas adalah sebagai berikut:

tahukah Anda tentang natural gasbentuk paling murni dari natural gas (gas alam) ini adalah gas metana. Metana adalah molekul yang terdiri dari satu atom karbon dan empat atom hidrogen, dan mempunyai rumus kimia CH4 yang merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Pembakaran satu molekul metana dengan oksigen akan melepaskan satu molekul CO2 (karbondioksida) dan dua molekul  H2O (air). Metana murni tidak berbau, tapi jika digunakan untuk keperluan komersial, biasanya ditambahkan sedikit bau belerang untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi.

Ada dua jenis natural gas berdasarkan jenisnya. Pertama, natural gas basah (wet natural gas-associated gas) yaitu fluida yang berada di dalam sebuah reservoir dalam bentuk fase gas yang kemudian dialirkan ke permukaan berubah menjadi liquid (cairan). Kedua, natural gas kering (dry non associated gas) yaitu fluida yang berada di dalam sebuah reservoir dalam bentuk fase gas yang kemudian dialirkan ke permukaan tetap dalam kondisi gas. Gas alam dianggap ’kering’ ketika hampir seratus persen metana murni. Natural gas memiliki banyak kegunaan dalam bidang perumahan, komersial, maupun industri. Untuk lebih jelasnya, penggunaan natural gas dibawah ini:

  • Natural gas sebagai bahan bakar, antara lain sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas atau Uap.
  • Gas alam sebagai bahan baku, antara lain bahan baku pabrik pupuk, petrokimia, metanol, bahan baku, dry ice pengawet makanan, hujan buatan, industri besi tuang, pengelasan dan bahan pemadam api ringan.


Selain itu, natural gas ini juga dapat memanfaatkan digunakan untuk Air Conditioner (AC penyejuk udara), seperti yang digunakan di bAndara Bangkok, Thailand dan beberapa bangunan gedung perguruan tinggi di Australia.

Proses Pembentukan Natural Gas

Natural Gas adalah bahan bakar fosil sama seperti minyak dan batubara. Ini berarti bahwa berasal dari sisa-sisa tanaman dan hewan dan mikroorganisme yang hidup jutaan tahun yang lalu. Tapi pertanyaannya sekarang adalah bagaimana bisa organisme tersebut  hidup sekali dan mati bisa menjadi gas?

Ada banyak teori yang berbeda mengenai asal-usul bahan bakar fossil. Teori yang paling banyak diterima mengatakan bahwa bahan bakar fosil terbentuk ketika bahan organik, seperti: sisa-sisa tanaman, plankton atau hewan “dikompresi” di bawah bumi, pada tekanan yang sangat tinggi untuk waktu yang sangat lama. Hal ini disebut metana sebagai termogenik. Serupa dengan pembentukan minyak, metana termogenik terbentuk dari partikel organik yang tertutup lumpur dan sedimen lainnya. Seiring waktu, semakin bertambah  banyak sedimen dan lumpur serta puing-puing lain yang ditumpuk di atas bahan organik. Sedimen dan puing-puing menempatkan banyak tekanan/kompresi pada bahan organik. Kompresi ini juga dikombinasikan dengan suhu tinggi yang berasal dari panas bumi sehingga memecah ikatan karbon dalam bahan organik tersebut sehingga terbentuklah senyawa hydrocarbon.

Natural gas juga dapat dibentuk melalui transformasi bahan organik oleh mikroorganisme kecil. Jenis metana ini disebut metana biogenik. Metanogen yaitu mikroorganisme yang meproduksi  gas metana dengan secara kimia yaitu memecah bahan organik untuk menghasilkan metana. Mikroorganisme ini biasanya ditemukan di daerah-daerah dekat permukaan bumi yang hampa oksigen (vacuum). Mikroorganisme ini juga hidup di usus dari kebanyakan hewan, termasuk manusia. Pembentukan metana dengan cara ini biasanya terjadi dekat dengan permukaan bumi dan metana yang dihasilkan biasanya hilang ke atmosfer. Dalam keadaan tertentu, metana ini bisa terperangkap di bawah tanah dan akan dipulihkan sebagai natural gas. Contoh metana biogenik adalah gas TPA. Limbah yang mengandung tempat pembuangan sampah ini menghasilkan natural gas dalam jumlah yang relatif besar dari dekomposisi kandungan bahan limbah tersebut. Teknologi baru yang memungkinkan gas ini akan dipanen dan digunakan untuk menambah pasokan gas alam.
Cara ketiga adalah natural gas dapat dibentuk melalui proses abiogenic. Terletak sangat jauh di bawah kerak bumi, terdapat gas yang kaya hidrogen dan molekul karbon. Gas-gas ini naik menuju permukaan bumi secara bertahap, mereka dapat berinteraksi dengan mineral yang juga ada di bawah tanah, tanpa adanya oksigen. Interaksi ini dapat menyebabkan reaksi, membentuk unsur dan senyawa yang ditemukan dalam atmosfer (termasuk nitrogen, oksigen, karbon dioksida, argon, dan air). Jika gas ini berada di bawah tekanan yang sangat tinggi ketika mereka bergerak menuju permukaan bumi, mereka cenderung untuk membentuk endapan metana, mirip dengan metana termogenik.

Jika artikel ini bermanfaat buat Anda, mohon untuk di Share because “Sharing is Caring”

Referensi : naturalgas.org

COMMENTS

Loading Facebook Comments ...